<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229</id><updated>2012-02-02T17:56:13.892-08:00</updated><category term='PEREMPUAN'/><title type='text'>jeng ajeng</title><subtitle type='html'>Ungkapan hati untuk melihat jiwa</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>51</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-392493563339512792</id><published>2012-02-02T17:32:00.000-08:00</published><updated>2012-02-02T17:56:13.907-08:00</updated><title type='text'>Media dan Jender</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/--kelSW2BVlg/Tys-oSkTKhI/AAAAAAAAAIs/sUn-zBW2MV8/s1600/IMG_1437.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/--kelSW2BVlg/Tys-oSkTKhI/AAAAAAAAAIs/sUn-zBW2MV8/s320/IMG_1437.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5704722214894643730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-KuxA5YsIeAI/Tys9umiy_-I/AAAAAAAAAIg/ZSPidNd5Z8M/s1600/IMG_1615.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-KuxA5YsIeAI/Tys9umiy_-I/AAAAAAAAAIg/ZSPidNd5Z8M/s320/IMG_1615.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5704721223824637922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media merupakan salah satu instrumen dalam membentuk kesadaran jender dalam masyarakat. Konstruksi perempuan dan laki-laki dapat disebarluaskan dalam media baik itu melalui tulisan maupun gambar-gambar yang tersaji dalam media.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Peran jender perempuan sering kali di sudutkan dan hanya berkutat dalam persoalan-persoalan domestik saja. Jender adalah pembagian peran serta tanggung jawab baik lelaki maupun perempuan yang ditetapkan masyarakat maupun budaya. Misalnya keyakinan bahwa lelaki itu kuat, kasar dan rasional, sedangka perempuan lemah, lembut dan emosional. Hal ini bukanlah ketentuan kodrat Tuhan melainkan hasil sosialisasi melalui sejarah yang panjang. Pembagian peran, sifat, maupun watak perempuan dan lelaki dapat dipertukarkan, berubah dari masa ke masa, dari tempat dan adat satu ke yang lain dan dari kelas kaya ke kelas miskin. Jender memang bukan kodrat dan ketentuan Tuhan, melainkan buatan manusia, buatan masyarakat atau konstruksi sosial (Apa Itu Gender, ILO,1999 hal. 14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut menurut Davies, jender merupakan properti struktural masyarakat yang muncul dan dikondisikan oleh aksi-aksi atau kegiatan sosial yang dilakukan oleh anggota-anggotanya. Setiap anggota masyarakat senantiasa ikut serta dalam penggunaan sekaligus pembentukan pengetahuan serta definisi mengenai seks dan gender yang kemudian hidup dan menjadi kepercayaan bersama (1989:13).Piranti sosial yang membentuk jaringan diskursus tersebut secara simultan dikontrol,diseleksi, dikelola dan disebarluaskan oleh sejumlah prosedur yang berpihak kepada power sang penguasa. (Fiske dalam Gilbert, 1991:7). Dalam pengertian Foucault, power atau kekuasaan biasa dimengerti sebagai kekuatan yang melarang membatasi atau menekan bukan hanya tubuh fisis melainkan pikiran, kesadaran dan kehendak individu yang tersebar dalam tubuh masyarakat. &lt;br /&gt;...&lt;span style="font-style:italic;"&gt;in&lt;&lt;/span&gt;span style="font-style:italic;"&gt; every society the production of discourse is at ince controlled, selected, organised and distributed by certain number of procedures whose role is to ward offits power and dangers, to gain mastery over its chance event, to evade its ponderous, formidable materiality&lt;/span&gt;.  (Foucault dalam Rice 1989:221). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Truth &lt;/span&gt;‘ atau kebenaran dalam pengertian ini, dengan demikian, harus dipahami sebagai sistem prosedur- prosedur yang teratur bagi produksi, pengaturan, distribusi, sirkulasi dan operasi-operasi pernyataan-pernyataan. ‘Kebenaran ‘ akan senantiasa dihubungkan dalam relasi sirkular dengan sistem-sistem kuasa yang mennghasilkan dan mempertahankannya, dan dihubungkan pada efek-efek kekuasaan yang mempengaruhi dan meluaskannya; apa yang oleh Foucault kemudian disebut sebagai suatu rezim ‘kebenaran’ (Foucault dalam Hardiyanta, 1997:11). Konsep Jender yang diiterima oleh masyarakat  dan disebarluaskan ditentukan oleh kekuatan sang penguasa. Di lingkungan masyarakat yang patriarkis, dapat dipastikan bahwa posisi penguasa didominasi secara luas oleh kaum laki-laki, yang dalam menyebarluaskan serta menginstruksikan ideologi atau pengetahuannya, baik secara sadar maupun tidak sadar, cenderung untuk berpihak kepada subjektivitasnya sendiri. Dalam masyarakat kapitalis yang disupport oleh dominasi laki-laki terhadap kaum perempuan, tugas biologis domestik perempuan sebagai pengurus anak dan rumah tangga cenderung dikukuhkan dan dilestarikan sebagai ‘kebenaran’ karena keinginan kuat laki-laki untuk menguasai hampir seluruh wilayah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;public sphere&lt;/span&gt;nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan di media massa seringkali masih memperlihatkan stereotipe yang merugikan : perempuan pasif, bergantung pada pria, didominasi, menerima keputusan yang dibuat oleh pria dan terutama melihat dirinya hanya sebagai obyek yang bersifat seksual. Sejarah tubuh perempuan menurut Yasraf Amir Piliang (1998), dalam ekonomi politik kapitalisme adalah bentuk pemenjaraannya sebagai tanda atau fragmen-fragmen tanda. Kapitalisme ‘membebaskan’ tubuh perempuan dari ‘tanda-tanda’ dan ‘indentitas tradisionalnya (tabu,etiket,adata, moral, spiritual) dan memenjarakannya didalam ‘hutan rimba tanda-tanda’ yang diciptakannya sendiri sebagai bagian dari ekonomi politik kapitalisme. Fungsi tubuh telah bergeser dari fungsi organis/biologis/reproduktif kearah fungsi ekonomi politik, khususnya fungsi ‘tanda’. Ekonomi kapitalisme mutakhir telah berubah ke arah penggunaan ‘tubuh’ dan ‘hasrat’ sebagai titik sentral komoditi, yang disebut dengan ‘ekonomi libido’. Tubuh menjadi bagian dari semiotika komoditi kapitalisme, yang diperjualbelikan tanda, makna dan hasratnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media menjadi arena pertarungan bagi tanda-tanda maskulin di wilayah yang dominan dan tanda-tanda feminim pada posisi yang marjinal. Perjuangan hegemoni kekuasaan tercermin dari perjuangan memperebutkakn ‘hegemoni tanda’ didalam media itu sendiri, khususnya ‘hegemoni gender’(Analisis Teks Wacana, Alex Sobur 38-39, 2001).&lt;br /&gt;Menurut Dennis McQuail (Mass Communication Theories 2000:66)  yang dikutip dari (Jurnal ISKI No. 6/ November 2001), ada enam perspektif dalam hal melihat peran media. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, melihat media massa sebagai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;window on events and experience&lt;/span&gt;. Media dipandang sebagai jendela yang memungkinka khalayak “melihat” apa yang sedang terjadi diluar sana. Atau media merupakan sarana belajar untuk mengetahui berbagai peristiwa. &lt;br /&gt;Kedua, media juga sering dianggap sebagai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;a mirror of events in society and the world, implying a faithful reflection&lt;/span&gt;. Cermin berbagai peristiwa yang ada di masyarakat dan didunia, yang merefleksikan apa adanya. &lt;br /&gt;Ketiga memandang media sebagai filter atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;gatekeeper &lt;/span&gt;yang menyeleksi berbagai hal untuk diberi perhatian atau tidak. &lt;br /&gt;Keempat, media massa acapkali pula dipandang sebagai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;guide,&lt;/span&gt; penunjuk jalan atau interpreter, yang menerjemahkan dan menunjukkan arah atas berbagai ketidakpastian, atau alternatif yang beragam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, melihat media massa sebagai forum untuk mempresentasikan berbagai informasi dan ide-ide kepada khalayak, sehingga memungkinkan terjadinya tanggapan dan umpan balik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, media massa sebagai interlocutor yag tidak hanya sekedar tempat berlalu lalang informasi, tetappi juga partner komunikasi yang interaktif. Berdasarkan peran media massa tersebut, maka media memiliki peran yang penting dalam mengkonstruksi peran gender perempuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosemary Thong dalam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Feminist Through A Comprehensive Introduction&lt;/span&gt; menunjukkan, beberapa perspektif feminis yang berkembang didunia antara lain :feminis liberal, feminis Marxis, feminis radikal, feminis psikologis, feminis sosial, feminis eksistensialis dan feminis modern. Feminis liberal, memberikan penekanan pada terjadinya subordinasi perempuan di masyarakat. Hal ini disebabkan oleh adanya hambatan hukum dan adat yang menghalangi perempuan untuk masuk dalam lingkungan publik.&lt;br /&gt;Feminis marxis berpendapat bahwa ketertinggalan perempuan bukan disebabkan olej tindakan individu yang disengaja, melainkan akibat dari struktur sosial, politik dan ekonomi yang berkaitan erat dengan sistem kapitalis. &lt;br /&gt;Feminis radikal, lebih memberikan perhatian pada permasalahan reproduksi dan seksualitas kaum perempuan . Asumsi yang dibangun adalah bahwa patriarki, yaitu sistem kekuasaan dalam keluarga dan masyarakat yang lebih memberikan posisi dominan pada laki-laki, menyebabkan keterbelakangan perempuan. Oleh karena itu sistem patriarki tidak saja harus dirombak tetapi juga harus dicabut dari akarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Feminisme psikoanalisis bertitik awal dari teori Freud yang menyatakakn seksualitas merupakan unsur krusial dalam pengembangan relasi gender. Menurut Freud, seksualitas perempuan dan lelaki berbeda, perbedaan ini berakar pada psikis mereka yang disebabkan perbedaan biologis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Feminis Sosialis, memandang kapitalisme dan patriarki merupakan ideologi yang menyebabkan terjadinya penindasan terhadap perempuan. Perspektif feminis sosial memandang media sebagai instrumen dalam menyampaikan stereotipe, patriakal dan nilai-nilai hegemoni mengenai perempuan dan feminitas. Media berfungsi sebagai mekanisme kontrol sosial, menurut perspektif ini media menampilkan kapitalisme dan skema patriarki yang dianggap sebagai sistem yang paling menarik dan tersedia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar berbagai ketidakadilan terhadap perempuan yang selalu digugat oleh kaum feminis, perlu kesetaraan gender dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk media massa harus berprespektif gender dalam menyebarluaskan pemberitaannya. &lt;br /&gt;Menurut Nur Imam Subono, jurnalisme berprespektif gender dapat diartikan : Sebagai kegiatan atau praktik jurnalistik yang selalu menginformasikan atau bahkan mempermasalahkan dan mengugat secara terus menerus, baik dalam media cetak (seperti dalam majalah, surat kabar, dan tabloid) maupun media elektronik (seperti dalam televisi dan radio) adanya hubungan yang tidak setara atau ketimpangan relasi antara laki-laki dan perempuan. Pentingnya jurnalis dan institusi media yang mempunyai sensitif yang tinggi dalam permasalahan perempuan, dan untuk menghasilkan jurnalisme yang berperspektif gender, sepertinya profesional media massa harus bekerja keras. Setidaknya ada beberapa prinsip dasar yang perlu diperhatikan para pelaku media massa, yaitu : &lt;br /&gt;Pertama, kemampuan profesional, etika dan perspektif pelaku media massa terhadap permasalahan gender masih rendah. Akibatnya hasil penyiaran belum sepenuhnya mampu mengangkat permasalahan perempuan pada arus utama (mainstream). Penumbuhan rasa empati terhadap ketidakadilan yang dialami perempuan, merupakan salah satu jalan bagi media untuk bertindak fair, proposional serta berimbang dalam memberitakan kasus-kasus yang melibatkan perempuan. &lt;br /&gt;Kedua, media massa belum mampu melepaska diri dari perannya sebagai medium ekonomi kekuasaan baik yang datang dari penguasa, otoritas intelektual, ideologi politik, ataupun pemilik modal. Media massa yang seharusnya menjadi watchdog bagi kekuasaan, justru terjerumus menjadi pelestari kekuasaan hanya karena lemahya kemampuan profesional dan etika media massa. Akibatnya perempuan akhirnya menjadi korban dari aroganisme pelanggengan kekuasaan.&lt;br /&gt;Ketiga, kurangnya peran aktif dan representasi perempuan dalam media massa menjadikan perempuan sulit untuk keluar dari posisi keterpurukannya saat ini. Debra Yatim mengungkapkan bahwa media massa Indonesia dikuasai oleh budaya patriarki dan kapitalisme dengan dominasi laki-laki didalamnya. Media seharusnya meningkatkan jumlah praktisi perempuan serta menempatkan perempuan tidak lagi sebagai objek namun berperan aktif sebagai subjek. &lt;br /&gt;Keempat, perlu pengubahan paradigma pada media massa berkaitan dengan pencitraan perempuan yang selama ini dipakai. Pencitraan perempuan dalam media, yang selama ini cenderung seksis, objek iklan,dan ratu dalam ruang publik, perlu diperluas wacananya menjadi perempuan yang mampu menjadi subjek dan mampu menjalankan peran-peran publik dalam ruang publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menjalankan fungsinya sehari-hari, media setidaknya mempertimbangkan kepentingan praktis ataupun strategis perempuan. Terbentuknya pemahaman perspektif gender diharapkan tidak saja akan mengubah cara pandang masyarakat dalam menghadapi keberadaan kaum perempuan, namun juga diharapkan mampu menepis pandangan negatif yang cenderung diskriminatif dan berbias gender. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Aksi Deklarasi Beijing, menunjukkan bahwa peran media massa menjadi sangat strategis untuk membantu perempuan lepas dari ketertindasan selama ini. Media massa mampu menjadi kekuatan positif untuk mengangkat harkat dan status hukum perempuan dalam relasi gender. Hanya saja perlu diwaspadai, karena pada peluang yang sama media massa bisa sekaligus berubah menjadi virus yang justru semakin memperburuk posisi perempuan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan ini perlu di dukung oleh SDM yang berkecimpung dalam dunia media massa yang memiliki pemahaman mengenai peran jender dan mampu membawa virus mengenai kesetaraan jender antara laki-laki dan perempuan.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-392493563339512792?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/392493563339512792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=392493563339512792' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/392493563339512792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/392493563339512792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2012/02/media-dan-jender.html' title='Media dan Jender'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/--kelSW2BVlg/Tys-oSkTKhI/AAAAAAAAAIs/sUn-zBW2MV8/s72-c/IMG_1437.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-1092605127958935567</id><published>2012-02-02T17:21:00.000-08:00</published><updated>2012-02-02T17:29:44.955-08:00</updated><title type='text'>Ideologi -Ideologi Utama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-6RR97p9FWrg/Tys4CMeLRMI/AAAAAAAAAIU/n64T2qP-_hY/s1600/DSC01883.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-6RR97p9FWrg/Tys4CMeLRMI/AAAAAAAAAIU/n64T2qP-_hY/s320/DSC01883.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5704714963353552066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Konservatisme &lt;br /&gt;• Doktrin yang menghendaki dan mengusahakan “status quo”&lt;br /&gt;• Menentang perubahan besar dalam masyarakat &lt;br /&gt;• Menyukai dan menghormati otoritas adat kebiasaan yang sudah mapan, seperti tradisi, adat kebiasaan dan kehidupan social&lt;br /&gt;• Konsepsi politik kaum konservatif adalah mencapai keseimbangan antar kepentingan besar para penguasa (Raja, otoritas agama dan anggota dewan) &lt;br /&gt;• Orang- orang “konservatif” oleh radikal di anggap “reaksioner”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Radikalisme&lt;br /&gt;• Menghendaki penjungkirbalikan (revolusi) segala sesuatu sampai ke akar-akarnya &lt;br /&gt;• Untuk mencapai tujuan itu, selalu menggunakan metode kekerasan dan paksaan, serta menentang struktur masyarakat yang sudah ada. &lt;br /&gt;• Radikalisme selalu memiliki program yang cermat dan memiliki landasan filsafat untuk membenarkan adanya ketidak puasaan dan mengintrodusir inovasi-inovasi&lt;br /&gt;• Program kaum radikal selalu di tulis dengan menggunakan hasutan hasutan dan protes-protes yang mengandung ketidakpuasaan terhadap keadaaan yang ada. &lt;br /&gt;• Segala institusi (pranata) yang ada selalu di kritik habis-habisan dan institusi yang di gambarkan sebagai bentuk masyarakat yang ideal &lt;br /&gt;• Inovasi yang di cetuskan di gambarkan sebagai sesuatu yang adil, baik dan benar. &lt;br /&gt;• Radikalisme erat sekali hubungannya dengan revolusi. Revolusi bertentangan dengan evolusi. Suatu revolusi berarti menghentikan kontinuitas pembangunan sejarah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Komunisme&lt;br /&gt;• Menghendaki agar Negara menguasai alat- alat produksi dan menyelenggarakan pembagian kekayaan Negara secara merata. &lt;br /&gt;• Sering dianggap identic dengan sosialisme, seperti yang dilakukan Karl Marx dan Frederich Engels dalam “Manifesto Komunis” 1849. Diktator Proletariat nya Lenin dan pengikutnya membentuk partai komunis. &lt;br /&gt;• Didasarkan teori “Dialektika Materialisme” dari Marx yang bertentangan dengan Dialektika Spiritualisme –nya Hegel &lt;br /&gt;• Menganggap bahwa kondisi ekonomi merupakan landasan kehidupan dan sistem politik dan ideology hanya “ superstructure” di atasnya, dan mengalami perubahan secara berbarengan. &lt;br /&gt;• Menganggap bahwa system kerja manual menghasilkan system feodal dan system kerja dengan mesin menghasilkan system kapitalis. &lt;br /&gt;• Menganggap bahwa kapitalisme hanya memperkaya kaum kapitalis, dan memiskinkan kaum pekerja. Sehingga kaum kapitalis yang sedikit jumlahnya akan berhadapan dengan kaum proletar yang kelaparan, pada waktu itu timbul revolusi di mana kaum proletar akan merebut mesin-mesin produksi dan menggunakannya untuk keuntungan orang banyak &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4. Fascisme&lt;br /&gt;• Didasari teori Hegel bahwa pengorbanan dari setiap orang untuk Negara merupakan suatu tali ikatan yang kuat antara Negara dengan para warganya, karena merupakan keharusan yang universal. &lt;br /&gt;• Kaum Facist menganggap bahwa liberalism di dasarkan pada usaha-usaha untuk memperoleh kenikmatan material bagi setiap orang dan tidak mau mengenal moral dan masalah spiritual&lt;br /&gt;• Menganggap ideology mereka mewakili nilai- nilai spiritual yang tinggi dan di dasarkan pada loyalitas bukan motif-motif pribadi. &lt;br /&gt;• Menurut Alfredo Roco ( Menteri Pendidikan Musolini) inti dari fascism adalah kepercayaan dan naluri bukan doktrin dan akal sehat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Doktrin kaum fascist :&lt;br /&gt;- Orang tidak boleh mencari kesenangan, tetapi kebajikan &lt;br /&gt;- Orang harus lebih mengutamakan tugas daripada haknya dan &lt;br /&gt;- Kepentingan diri sendiri harus di ganti dengan pengorbanan bagi masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sosialisme&lt;br /&gt;• Lebih mengutamakan masyarakat daripada individu &lt;br /&gt;• Menghendaki adanya kesamaan kondisi bagi manusia&lt;br /&gt;• Ingin melenyapkan kapitalis dan perusahaan perorangan, dan mengambil alih hak milik para tuan tanah serta melenyapkan persaingan. &lt;br /&gt;• Cenderung menggunakan cara-cara yang bertahap, perlhan-lahan dan tanpa kekerasan untuk mencapai tujuannya&lt;br /&gt;• Di dalam politik, pada akhir abad ke -19, kaum sosialis terbagi dua kubu, yaitu kaum reformis  yang berpendapat bahwa sosialisme dapat di realisir melalui perubahan evolusioner secara damai dan golongan “revolusioner” yang berpegang teguh pada revolusi dan kekerasan &lt;br /&gt;• Sesudah Perang Dunia II, doktrin ini memusatkan perhatiannya pada usaha praktis untuk mencapai tujuan , yaitu dengan sosialisasi segala kekeyaan. &lt;br /&gt;• Pada abad ke -20 kaum sosialis menghendaki nasionalisasi industry dan usaha bisnis yang penting, di tetapkannya upah minimum, perluasan program pengamanan social, di perpendek jam kerja dan dikenakannya pajak terhadap kekayaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Syndikalisme &lt;br /&gt;• Ideologi ini lahir di Perancis tahun 1895 &lt;br /&gt;• Membenarkan aksi-aksi langsung atau pemogokan umum agar organisasi-organisasi para pekerja dapat mengkontrol produksi.&lt;br /&gt;• Merupakan gerakan buruh revolusioner yang hendak menjadikan serikat-serikat sekerja (syndicates) sebagai dasar, yang memegang peran utama dalam revolusi social dalam rangka membentuk masyarakat baru di masa datang &lt;br /&gt;• Syndikalisme teori, bahwa : di mana Negara di curigai sebagai alat dari kapitalisme dan serikat kerja menggunakan cara-cara non-politis maka Negara di anggap sebagai institusi (lembaga/pranata) yang ingin mengabadikan penghisapan /eksploitasi terhadapa pekerja. &lt;br /&gt;• Tujuan syndikalisme adalah membentuk suatu federasi dari industry yang menjalankan pemerintahannya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Anarkisme&lt;br /&gt;• Anarkhisme berasumsi bahwa pada hakekatya manusia adalah baik, dan Negara alat untuk melakukan dominasi dan eksploitasi, serta tidak dapat memajukan kondisi social dan moral. &lt;br /&gt;• Menghendaki di hapuskannya semua bentuk otoritas yang melembaga, dans etiap individu hendaknya di beri kebebasan yang mutlak tanpa adanya pengawasan apapun, baik di dalam bidang politik, social dan agama&lt;br /&gt;• Anarkisme adalah : “Suatu usaha untuk membina keadilan (equality dan reciprocity) dalam segala bentuk hubungan antar manusia, dalam rangka meniadakan Negara secara mutlak, dan menggantikannya dengan kerjasama yang bebas dan spontan di antara individu-individu, kelompok-kelompok, region-region dan bangsa-bangsa (Oscar Jazzi) &lt;br /&gt;• Bagi kaum anarkis, karena Negara adalah penyebab utama adanya eksploitasi dan tak mungkin terdapat ketertiban dalam masyarakat tanpa ditiadakannya Negara, maka otoritas politik dalam bentuk apapun tidak di kehendaki. &lt;br /&gt;• Hanya dengan reformasi dari bawah, yang di dasarkan pada prinsip-prinsip federalism yang dapat menjadi dasar bagi suatu masyarakat yang baru. Masyarakat yang demikian hanya bisa di capai melalui revolusi yang menghasilkan suatu system tanpa pemerintahan dan tanpa paksaan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;8. Liberalisme &lt;br /&gt;Liberalisme Ortodok &lt;br /&gt;• Mengabdi kepada tuntutan bagi kebebasan individu dalam semua segi kehidupan &lt;br /&gt;• Menuntut di praktekkannya”hak-hak alamiah” yang merupakan suatu hal yang berada di luar lingkungan persoalan Negara, bagi semua. &lt;br /&gt;• Dengan mempraktekkan hak-hak alamiahnya, maka manusia akan mampu merealisir segala kemampuanya &lt;br /&gt;• Liberalisme sangat mengutamakan kemerdekaan individual setiap warga Negara, dan hak setiap orang untuk berbuat sesuai dengan kehendaknya, selama perbuatannya tidak menggangu kebebasan orang lain. &lt;br /&gt;• Setiap individu di pertahankan haknya untuk “hidup bebas atau merdeka dan mengeyam kesenangan”&lt;br /&gt;• Liberalisme sangat berhubungan dengan hak-hak individu untuk memilih agamanya masing-masing, berbicara dan menulis sebebas-bebasnya dan bekerja sesuai dengan apa yang dikehendaki, tanpa campur tangan pemerintah. &lt;br /&gt;• Filsafat politik liberal lebih mengutamakan adanya jaminan bagi warganya, baik dalam bentuk undang-undang mengenai hak-hak  mereka, dalam konstitusionalisme, dalam pemisahan kekuasaan dan checks and balances yang merupakan akibat dari doktrin tersebut&lt;br /&gt;• Filsafat ekonomi liberal di dasarkan pada doktrin laissez-faire, dimana Negara tidak boleh mencampuri masalah ekonomi, misalnya dengan menentukan kegiatan dari setiap individu. Teori ekonomi laissez-faire memandang manusia dari segi baiknya dan penuh optimism, bahwa pada hakekatnya manusia itu baik dan dalam keadaan harmoni ilmiah, tanpa perarturan, manusia akan berbuat dan bekerja demi kemanusiaan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neo Liberalisme &lt;br /&gt;• Menentang doktrin pembatasan terhadap pemerintahan dan free enterprise dan kadang-kadang terpengaruh system sosialis &lt;br /&gt;• Mengutamakan hubungan etika dengan Negara, daripada individu, dan menyatakan bahwa pelaksanaan tujuan Negara harus berada di bawah pengawasan Negara sendiri, dan tidak hanya memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para warganya. &lt;br /&gt;• Menganggap bahwa Negara tidak selalu jahat, tetapi bisa baik juga dan campur tangan pemerintah tidak menjadi ancaman bagi kemerdekaan individu .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-1092605127958935567?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/1092605127958935567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=1092605127958935567' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/1092605127958935567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/1092605127958935567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2012/02/ideologi-ideologi-utama.html' title='Ideologi -Ideologi Utama'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-6RR97p9FWrg/Tys4CMeLRMI/AAAAAAAAAIU/n64T2qP-_hY/s72-c/DSC01883.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-6003366671450902268</id><published>2011-12-13T01:46:00.000-08:00</published><updated>2011-12-13T02:46:12.239-08:00</updated><title type='text'>Kalau sudah bebas, mau kemana ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-MGIpfHH8sC8/TucokCaBgBI/AAAAAAAAAII/HiPwjgOc7TI/s1600/IMG_0369.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-MGIpfHH8sC8/TucokCaBgBI/AAAAAAAAAII/HiPwjgOc7TI/s320/IMG_0369.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685557654164963346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Era kebebasan pers yang diawali dengan jatuhnya pemerintahan Soeharto, telah membuat meningkatannya pertumbuhan media. Meskipun, pertumbuhan media di Indonesia begitu tinggi bukan berarti mereka dapat bertahan, persaingan yang begitu besar antar media membuat banyak media akhirnya berguguran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlakunya hukum pasar yang dingin dan rasional merupakan salah satu penyebabnya. Selain itu juga laju pertumbuhan ekonomi yang mengalami kemuduran juga merupakan salah satu penyebab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keekslusif berita pada era Kebebasan Pers tidak lagi diletakkan pada berita-berita ‘berani’ yang pada era Soeharto menjadi salah satu nilai jual plus. Pada era sekarang ini, sedikitnya ada empat hal yang perlu dielaborasi : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Faktor kecepatan dari sebuah berita, mengejar kecepatan memperoleh berita terkadang menyampingkan persoalan etika dalam mendapatkan berita. Saat terjadi erupsi gunung Merapi tahun lalu, reporter sebuah stasiun televisi melakukan kesalahan menyampaikan informasi dalam acara breaking news dengan mengatakan awan panas akan melanda kawasan Yogyakarta sekitarnya dan berita ini menyebabkan kegemparan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Faktor kelengkapan. Perkembangan sebuah peristiwa dapat diikuti dan kemudian ditayangkan oleh internet dan media elektronik dalam bilangan detik ke detik. Kemampuan reporter dalam mengolah data di lapangan menjadi suatu hal yang mutlak guna penyampaian informasi yang akurat dan factual. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3. Faktor kedalaman. Pers juga dituntut untuk menang bersaing di pasar, pers cetak bekerja sangat keras dan harus cerdas menyajikan lapaoran mendalam. Tingginya persaingan membuat insan pers haruslah memiliki ketajaman sudut pandang dan kekayaan perspektif. Laporan investigatif masalah-masalah yang berkaitan dengan publik menjadikan pers sebagai fungsi kontrol. Kepekaan seorang jurnalis dalam mengangkat sebuah issue menjadi penting dan kemampuan seorang jurnalis untuk lepas dari berbagai macam kepentingan yang terkait berita yang akan ia olah. Bukan hanya berbicara mekanisme pasar atau laku dan tidak lakunya sebuah berita tapi kepentingan public untuk tahu mengenai sebuah informasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persaingan yang begitu ketat antar media, tidak saja memerlukan perbaikan kualitas dari media tapi juga menekankan pada aspek pendistribusian media kepada pembaca. Perkembangan teknologi informasi memungkinkan media saat ini untuk melakukan konvergensi sehingga informasi yang di sampaikan dapat di lakukan kapan saja dan di mana saja. Konvergensi media ini, menjawab pertanyaan bisakah media cetak bersaing dengan media elektronik yang secara pesat berkembang dewasa ini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bangsa Indonesia majemuk dengan ikatan-ikatan primordial yang masih hidup dan kuat. Namun hal tersebut tidak membuat pers yang berbasiskan dengan ikatan primordial tersebut dapat tumbuh dengan baik di pasar bahkan di ‘kandangnya” sendiri. Hal ini terbukti dengan matinya media yang berbasiskan dari partai politik yang menang pada saat pemilu 1999.  Tidak adanya korelasi antara pilihan politik dengan media yang dibacanya. Publik tetap memilih media yang independen . publik tidak suka dengan pers yang berwatak partisan. Hal ini juga berakibat banyaknya media partisan yang berguguran karena kacamata kepentingannya hanya untuk kepentingan menarik massa  dan menyakinkan pembaca untuk memilih partainya. Rakyat sudah terlalu cerdas untuk umpan-umpan dangkal di media massa partisan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pers Indonesia saat ini, tidak saja dituntut untuk dapat menghasilkan karya jurnalistik yang baik tapi juga mutu independensinya sebagai bahan kontrol publik pada penguasa. Pers sebagai kekuatan keempat menjadi salah satu badan control yang di miliki rakyat dalam mencermati kebijakan-kebijakan yang di lakukan pemerintah. Kekuatan media dalam meng’agenda’kan sebuah wacana yang di anggap penting mutlak untuk memiliki tingkat ketajamanan dan kepentingan yang berpihak kepada rakyat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wacana public harus di kedepankan oleh media massa, pertanyaannya sekarang sudahkah wacana public tersebut terlepas dari kepentingan ekonomi politik media massa ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sudahkah karya jurnalistik di hasilkan oleh para insan pers yang independen, mengedepankan nilai-nilai humanis dan berpihak bagi yang lemah ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto : Di ambil dari ruang pamer Kaul 1 tahun Gus Dur&lt;br /&gt;Materi di sarikan  dari seminar yang di adakan Program Pasca Sarjana UPDM (B)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-6003366671450902268?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/6003366671450902268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=6003366671450902268' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/6003366671450902268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/6003366671450902268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2011/12/kalau-sudah-bebas-mau-kemana.html' title='Kalau sudah bebas, mau kemana ?'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-MGIpfHH8sC8/TucokCaBgBI/AAAAAAAAAII/HiPwjgOc7TI/s72-c/IMG_0369.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-2390774551375713911</id><published>2011-12-11T22:15:00.001-08:00</published><updated>2011-12-11T22:23:14.710-08:00</updated><title type='text'>Perspektif Teori Komunikasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-9qZ62CCbnsQ/TuWdt2KyyBI/AAAAAAAAAH8/juWiH_WRBW0/s1600/IMG_0390.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-9qZ62CCbnsQ/TuWdt2KyyBI/AAAAAAAAAH8/juWiH_WRBW0/s320/IMG_0390.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685123515585579026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Genderlects &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Istilah Genderlects berarti gaya percakapan maskulin dan feminine di pandang sebagai dialek dua budaya yang berbeda bukannya sebagai cara berbicara superior atau inferior. &lt;br /&gt;Contoh kasus : &lt;br /&gt;Aria dan Aline sedang dalam perjalanan mengendarai mobil, menu acara pernikahan salah satu kerabat mereka. Di tengah perjalanan mereka tersesat kehilangan arah menuju lokasi. Ketika Aline hendak menanyakan arah  kepada pedagang rokok di pinggir jalan, Aria melarangnya karena dengan penuh keyakinan ia merasa dapat menemukan jalan menuju lokasi perkawinan. Aria mengatakan, kalau ia mengetahui jalan pintas menuju lokasi hingga Aline tidak perlu khawatir. Meski mereka sudah tiga kali berputar- putar di jalan yang sama, Contoh ini memberikan gambaran bahwa perempuan bertanya untuk membangun hubungan dengan yang lainnya sedangkan pria tidak akan meminta pertolongan karena akan menunjukkan ketidaktahuan mereka &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Standpoint Theory &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kasus &lt;br /&gt;Dina dan Wawan memiliki masalah dengan pekerjaan mereka, karena bekerja di bidang yang tidak sesuai dengan keinginan mereka. Wawan bercita- cita menjadi seorang wartawan, kini hanya bekerja di belakang meja sebagai tenaga riset di sebuah media massa, sedangkan Dina yang bercita-cita ingin menjadi creative director ternyata bekerja sebagai staf promosi di sebuah media massa cetak. Keduanya bertem dan terjalinlah percakapan di antara mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemandirian &lt;br /&gt;Wawan membicarakan tentang ketidakpuasanya dalam bekerja karena tidak sesuai dengan apa yang di cita-citakan. Baginya status pekerjaannya sekarang  tidak sesuai dengan kemampuannya, karena ia merasa mampu untuk melakukan pekerjaan sebagai wartawan yang baik. Dalam pikirannya sebagai wartawan ia dapat bekerja lebih independen di bandingkan hanya menjadi tim riset. &lt;br /&gt;Keakraban &lt;br /&gt;Dina walaupun mengalami keadaan yang sama ( tidak sesuai dengan apa yang diinginkan ) namun lebih mengarah pada pola hubungan yang terbina dengan para kliennya. Ia merasa pada saat ini adalah yang terpenting membangun jaringan dengan berbagai pihak  sehingga kelak dapat memudahkan dirinya untuk bekerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strong Objectivity &lt;br /&gt;Obyektifitas antara Wawan dan Dina walaupun mengalami masalah yang sama namun mereka mengungkapkan dengan cara yang berbeda di satu sisi Wawan mempermasalahkan kemandirian yang menurutnya dengan tercapainya keinginan sebagai wartawan maka nilai kemandirian dapat terlihat dibandingkan hanya sebagai tim riset. Sedangkan Dinam memiliki tingkat ketidakpuasan yang sama namun mempertimbangkan aspek jaringan yang ada dalam lingkungan kerjanya sekarang. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Face Negotiation &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori ini meneliti cross cultural communication yang dilakukan personal oleh para negosiator. Teori ini menjelaskan bahwa tipe budaya akan menuntut pemeliharaan wajah (citra diri di depan publik ) yang berkaitan dengan harga diri dan rasa malu. Teori ini menjelaskan adanya perbedaan kultur untuk mengatasi masalah, karena setiap bangsa memiliki budaya yang berbeda sehingga pemeliharaan wajah yang berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh kasus :&lt;br /&gt;Tuan Fuji menjadi penengah ketika ada acara perselisihan antara ibu Reni dari Indonesia dengan tuan Emmo Italiandeer dari Italia. Tuan Emmo beberapa kali salah dalam melakukan penggambilan gambar di off shore dan melupakan code of conduct perusahaan ibu Reni dalam hal keselamatan kerja. Tuan Emmo, memotret pekerja tanpa menggunakan helm dan jaket pelindung sesuai dengan peraturan yang ada. Tuan Emmo, merasa kalau yang ia lakukan sesuai dengan peraturan,dan mengalami keterabatasan waktu. Sementara ibu Reni merasa sudah membayar tuan Emmo dengan harga yang sepantasnya untuk kualitas yang baik. Tuan Fuji, mencoba untuk mengakomodasi permasalahan tersebut dengan menawarkan fasilitas transportasi yang cepat untuk tuan Emmo untuk mengambil gambar ulang di lokasi off-shore.Ibu Reni akhirnya menyetujui dan mengkompromikan solusi yang ditawarkan oleh tuan Emmo dengan memberikan tegat waktu di luar kesepakatan awal, guna memperoleh hasil yang sesuai . &lt;br /&gt;Speech Code Theory &lt;br /&gt;Philipsen membaca sebuah artikel yang di keluarkan oleh ahli antropologi dan bahasa Virginia Dell Hymes, “The Ethnography of Speaking”. Dengan kode bicara, Philipsen mengacu pada pengaruh “latar belakang, konstruksi sistem sosialm arti, pendapat, dan peraturanm yang berhubungan dengan aturan komunikatif”. &lt;br /&gt;Contoh kasus : &lt;br /&gt;Windy yang berasal dari Padang memilii gaya bicara yang berbeda dengan Nana yang berasal dari Yogyakarta. &lt;br /&gt;Hal yang membedakan kode bicara :&lt;br /&gt;1. Proposisi I : Dimanapun ada perbedaan budayam maka akan ditemukan perbedaan kode bicara. &lt;br /&gt;Windy yang berasal dari suku Minangkabau selalu berbicara dengan keterbukaan sedangkan Nana selalu bicara dengan menggunakan hati –hati dan disesuaikan dengan status lawan bicaranya. Tata krama dalam budaya Jawa berbicara dengan ‘unggah-ungguh’ yang biasanya tidak berbicara dengan terus terang menggenai hal yang kurang berkenan dengan lawan bicaranya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Proposisi 2 : Subtansi kode bicara&lt;br /&gt;Kode bicara di pengaruhi oleh perbedaan psikologis sosiologi dan gaya bicara dalam kulutural budaya. Hal ini dapat diilustrasikan dengan tiga fungsi dalam kehidupan sosial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Psikologis &lt;br /&gt;Windy saat komunikasi berlangsung dalam lingkungan keluarga, ia tidak ragu dalam mengungkapkan pendapatnya. Karena dalam budaya Minangkabau, menganut sistem Matriarkhi yang memungkin perempuan untuk mengutarakan pendapatnya. Sedangkan dalam budaya Jawa, menganut budaya patriarki yang membuatnya tidak berani dalam mengutarakan pendapatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sosiologis&lt;br /&gt;Menunjukkan suatu hubungan antara kita dengan orang lain. Budaya Minangkabau cenderung lebih terbuka dalam berkomunikasi bahkan tidak jarang untuk memberikan komentar terhadap tindakan orang tuanya secara terbuka. Budaya Jawa, dalam berkomunikasi terkadang cenderung lebih tertutup terutama dalam melakukan koreksi terhadap kesalahan oranng lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Retorik &lt;br /&gt;Nana : membicarakan tentang perempuan yang merefleksikan hubungannya dengan laki-laki &lt;br /&gt;Windy : Membicarakan perempuan sebagai sosok ang individual. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proposisi III &lt;br /&gt;Makna dari pembicara tergatung dari kode bicara yang digunakan oleh komunikator dan komunikan untuk menginpretasikan komunikasi mereka. Budaya Minangkabau menggunakan kode sebagai pengakuan diri meski mereka juga menjunjung tinggi kebersamaan mereka. Bagi budaya Jawa, penggunaan bahasa memiliki tingkatan-tingkatan sesuai dengan status sosial mereka di masyarakat. &lt;br /&gt;Proposisi IV : &lt;br /&gt;Budaya Minangkabau terbuka dan melihat seseorang tidak berdasarkan asal, ras maupun kasta, hal ini juga berpengaruh dari pola kebiasaan masyarakat Minang yang terbiasa merantau sehingga dengan mudah mereka beradaptasi dengan lingkungan sekitar mereka. Sedangkan budaya Jawa, memiliki idion “mangan ora mangan sing penting ngumpul” di mana sistem komunikasi mereka cenderung berdasarkan sistem yang sudah mereka ciptakan untuk kalangan mereka sendiri walaupun tidak menutup kemungkinan untuk membuka diri, namun mereka memiliki sistem komunikasi tersendiri yang melihat seseorang berdasarkan asal –usul mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proposisi V: &lt;br /&gt;Kegunaan kode bicara merupakan kondisi yang utama untuk memperkirakan, menerangkan dan mengkontrol bentuk intelegentibiltas, kebijakasanaan dan tata moral komunikasi.Kode bicara Sumatera Barat sering kali menggunakan bahasa kiasan atau menggunakan bahasa pantun sedangkan budaya Jawa memiliki tingkat bahasa yang tergantung situasi dan kondisi komunikasi tersebut dilakukan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-2390774551375713911?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/2390774551375713911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=2390774551375713911' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/2390774551375713911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/2390774551375713911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2011/12/perspektif-teori-komunikasi.html' title='Perspektif Teori Komunikasi'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-9qZ62CCbnsQ/TuWdt2KyyBI/AAAAAAAAAH8/juWiH_WRBW0/s72-c/IMG_0390.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-3417950441395621768</id><published>2011-11-20T04:01:00.000-08:00</published><updated>2011-12-01T00:11:32.199-08:00</updated><title type='text'>Semangat yang Tak Kunjung Padam (Memoar of RezkI Hasibuan)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-4WuGLIqAlQA/Ts34h11NIbI/AAAAAAAAAHw/5DY7bW_T_ng/s1600/DSCN5349.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-4WuGLIqAlQA/Ts34h11NIbI/AAAAAAAAAHw/5DY7bW_T_ng/s320/DSCN5349.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678467965453672882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"....hidup ini keras, jadi gue harus berjuang..." - Rezki Perdana Hasibuan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali bertemu dengan Rezki aka Kiki di WKM Media Publica. Perawakannyanya yang besar dan atribut khas mahasiswa pada saat itu (rambut gondrong plus celana belel) menjadi ciri khas yang membuat sosoknya mudah di kenali. Terus terang jarang sekali kami berbicara secara khusus tapi ada momen-momen yang saya ingat hingga kini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kali, Media Publica mengadakan rapat di lantai IV, agenda yang ingin di bicarakan pada saat itu adalah mundurnya Kiki dari jabatan yang di embannya di MP (kalau tidak salah PU atau PemRed). Dengan suaranya yang lantang, ia mengutarakan uneg-unegnya dan salah satu ucapannya yang selalu aku ingat sampai sekarang adalah ... " Maaf ya Jeng... gue harus lulus ... hidup ini keras, jadi gue harus berjuang...". Pada saat itu, aku menanggapi ucapannya dengan emosional namun saat ini, aku merasa ucapan Kiki pada saat itu mengingatkan diri ini untuk menjadi yang terbaik untuk diri sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama tidak bertemu, kami hanya berkomunikasi melalui milis Media Publica. Ikatan kekeluargaan yang begitu dekat di antara kita membuatjalinan itu tidak pernah putus meski tidak pernah bertemu muka. Salah satunya adalah nasehat yang Kiki berikan pada saat aku hendak menikah di tahun 2007 lalu :  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jenxx..cerita seperti yang lu alami itu kerap muncul menjelang pernikahan. Pada saat keluarga inti kita oke-oke aja, keluarga kita yang lain malah meracau......". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Jeng, apa yang lo alami itu "just started" aja. Gue yakin pasti ada ujian-ujian kecil lagi menjelang pernikahan. Jadi siap-siap aja bu, siap mental, siap rohani, jasmani. Selama lo punya tekad kuat pasti semuanya akan terlalui dengan apik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;regards,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kikuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak di sangka Kiki yang terlihat cuek, justru mampu memberikan ketenangan buat aku.Kita saling memperhatikan meski tak sering bertemu, sungguh luar biasa rasanya memiliki teman-teman yang mampu memberikan perhatian meski jauh dan hanya lewat kata- kata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Setelah itu, kami jarang bertemu, sampai ku dengar dia sakit. Tapi meskipun begitu semangatnya tak pernah mati, aku bertemu dengan Kiki dan Wendi, saat demo Cicak dan Buaya di Bundaran HI. Kami sempat berfoto bersama, seolah nostalgia saat demonstrasi dulu. Cuma bedanya setelah itu kami masuk ke mall untuk makan dan tidak makan nasi bungkus... "Kapitalis memang lebih adem..." kata Kiki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berlalu dengan cepat, sampai ku dengar Kiki harus menjalani cuci darah secara rutin, meskipun begitu di tetap semangat untuk sembuh. Tanggal 14 September, Kiki harus masuk rumah sakit lagi karena pembuluh darahnya pecah. Di tengah jalan aku di kabari Muzal, untuk menunggu Kiki sebentar saat Dian (istri Kiki) pulang ke rumah. Selama menjaga Kiki, terus terang aku deg-degan karena takut terjadi apa-apa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah waktu terlama aku berbicara berdua dengan Kiki, dari mulai bercerita tentang Darell, keinginannya untuk kuliah dan mendapatkan beasiswa dari luar, keinginan untuk menambah anak lagi dan cerita mengenai tongkat barunya.  Tongkat ini, ia beli untuk menopang kakinya saat menonton konser Bad Religion yang akan tampil di Jakarta dan sudah lama ia nantikan. Semangatnya terlihat dari caranya bertutur, dalam kesakitannya. Aku berharap, ia bisa membaik dan ini adalah terakhir kalinya untuk opname. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Allah punya rencana lain, Kiki kembali masuk Rumah Sakit tanggal 25 Oktober dan aku tidak sempat melihat keadaannya karena ia masuk ICU sampai akhirnya ia menghembuskan nafasnya pada tanggal 27 Oktober, aku pun tak sempat mengiringinya sampai ke peristirahatan terakhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedih kehilangan seorang teman yang baik hati dan penuh perhatian tak bisa terlukiskan kata-kata. hmmm.... tapi aku tahu pasti semangatnya tak pernah mati dan tidak ada yang bisa menguburnya...Dian dan Darell menjadi bagian yang tidak boleh di lupakan oleh aku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan belum usai !&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-3417950441395621768?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/3417950441395621768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=3417950441395621768' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/3417950441395621768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/3417950441395621768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2011/11/semangat-yang-tak-kunjung-padam-memoar.html' title='Semangat yang Tak Kunjung Padam (Memoar of RezkI Hasibuan)'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-4WuGLIqAlQA/Ts34h11NIbI/AAAAAAAAAHw/5DY7bW_T_ng/s72-c/DSCN5349.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-5606113253276677803</id><published>2011-11-13T19:41:00.001-08:00</published><updated>2011-11-20T05:01:35.356-08:00</updated><title type='text'>Sosial Media dan Saya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-QUdBNDVP6xM/Tsj5H2Xq7qI/AAAAAAAAAHk/wPEOoFTXDbM/s1600/social%252Bmedia.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 268px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-QUdBNDVP6xM/Tsj5H2Xq7qI/AAAAAAAAAHk/wPEOoFTXDbM/s320/social%252Bmedia.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677061243549707938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari saya  mengunjungi seorang  teman, ditengah pembicaraan saya bertanya keteman saya. “Twitter itu apa sih ?”  karena pada saat itu banyak pemberitaan tentang artis-artis Hollywood yang menggunakan twitter sebagai salah satu cara mereka untuk menyapa para fans mereka di dunia maya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian teman saya, membuka account twitternya dan menyuruh saya untuk membuat account twitter. Ia juga sempat menerangkan ke saya bagaimana cara menggunakannya dan invite orang-orang di twitter. Pada saat itu, pengguna twitter belum sebanyak sekarang, dan saya hanya menginvite beberapa orang yang saya kenal saja.  Akhirnya bulan Juli 2009, saya membuat account twitter. Awalnya masih belum ngeh, bagaimana cara menggunakannya sampai ada kejadian yang mengegerkan warga twitter. Karena ada salah satu sutradara film yang menjanjikan akan melakukan salah satu aksi “bahaya” di sebuah toko kelontong modern kalau followers nya di twitter mencapai angka 5000 followers. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Twitter merupakan salah satu sarana microblogging yang hanya terdiri dari 140 karakter. Setelah demam facebook dan blogger, twiiter menjadi sarana yang menarik bagi social media addicted.  Secara keseluruhan 15 % persen tweets berasal dari Indonesia setelah Brazil dan Amerika. Untuk account twitter  pada January 2011 ada  4.883.228 . Dengan frekuensi terpadat pada hari Kamis dan kemudian disusul pada hari Sabtu dan Minggu.  Tweets terbanyak mengenai bola dan tv program.&lt;br /&gt;Twitter dan Perubahan Sosial  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui twitter tercipta sebuah gerakan moral dengan #kamitidaktakut  saat terjadi bom Hotel Marriot dan Hotel Ritz  Carlton di bilangan Kuningan.  Dari kejadian tersebut, saya baru menyadari twitter bisa menjadi social movement di Indonesia. Arus komunikasi yang berlangsung di dunia maya tidak menjadi lantas sebuah gerakan “maya” dalam dunia real. Pada saat aksi perseteruan Cicak vs Buaya di bundaran HI lalu, juga tidak terlepas dari peran  sosial media dalam meng-influence para tweeps dan facebooker. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu aksi nyata lagi kembali terulang ketika ada seorang Prita Mulyasari yang menuliskan curahan hatinya ke beberapa temannya menyebar dan berakhir di meja hijau. Email yang berisi curahan hatinya mengenai pelayanan di rumah sakit Omni Internasional, menyebar di sejumlah sosial media dan mengakibatkan ia dituduh mencemarkan nama baik RS Omni Internasional. Kasusnya di bawa ke meja hijau dan menyebabkan Prita di tindak Pidana karena dinilai telah melakukan pencemaran nama baik terhadap RS maupun para dokternya.  Dan gugatan perdata karena dianggap telah merugikan secara moral dan material RS tersebut. Setelah melewati beberapa kali sidang  Prita  digugat  untuk membayar ganti rugi 204 juta kepada RS Omni.  Tergerak untuk membantu Prita yang menderita ketidakadilan hukum, para komunitas bloggers bertindak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ide mengumpulkan koin hingga mencapai 204 juta, gerakan ini tidak disangka-sangka disambut oleh berbagai kalangan masyarakat. #koinkeadilan menjadi petanda di twitter banyaknya dukungan terhadap gerakan ini. Tidak berhenti sampai disitu saja, sosial media telah menjadi ruang bagi suara-suara yang selama ini tidak terdengar  dan menghasilkan solusi bagi beberapa kasus. Bencana meletusnya gunung Merapi, Oktober lalu membuktikan lagi, media sosial menjadi salah satu arus komunikasi yang dapat mempersatukan masyarakat. #jalinmerapi dan @jalinmerapi menjadi salah satu sumber informasi bagi masyarakat mengenai keadaan para pengungsi dan kebutuhan apa yang mereka butuhkan.  Menurut pendapat Agus Sudibyo, yang dikutip dari harian Kompas (11 Februari 2001) ,  “Media sosial menjadi sarana munculnya kearifan khalayak yang mampu memecahkan masalah atau membuat keputusan lebih baik daripada yang mampu dihasilkan segelintir elite. “&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tanpa tindakan nyata gerakan di media sosial hanya akan menjadi angin lalu dan mudah dilupakan orang karena setiap hari sosial media menghadirkan pelbagai persoalan yang dihadapi baik oleh personal maupun sosial masyarakat. Melalui media pribadi secara tidak langsung mempengaruhi masyarakat. Jika komunikasi lisan menciptkan budaya komunitas dan komunikais tulisan menciptakan sebuah budaya kelas, maka komunikasi elektronik menciptakan sebuah budaya “sel “ atau kelompok yang saling bersaing untuk mempromosikan ketertarikan mereka. Muncul masyarakat baru yang tidak terikat oleh tempat. Politik ketertarikan dan ekonomi berdasarkan komoditas  memisahkan manusia dengan menekan perbedaan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Era Media baru menurut Mark Poster dalam bukunya The Second Media Age dalam Little John, yang menandai periode baru di mana teknologi interaktif dan komunikasi jaringan, khususnya dunia maya akan mengubah masyarakat. &lt;br /&gt;Menurutnya pada era Media kedua, digambarkan sebagai (1) desentralisasi;(2) dua arah; (3) di luar kendali situasi (4) mengangkat kesadaran individu (5) orientasi individu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pierre Levy dalam bukunya yang berjudul Cyberculture, memandang World Wide Web sebagai sebuah lingkungan informasi yang terbukam fleksibel dan dinamis, yang memungkinkan manusia mengembangkan orientasi pengetahuan yang baru dan juga terlibat dalam dunia demokratis tentang pembagian mutual dan pemberian kuasa yang lebih interaktif dan berdasarkan pada masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia maya memberikan tempat pertemuan semu yang memperluas dunia sosial, menciptakan peluang pengetahuan baru dan menyediankan untuk berbagi pandangan luas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----to be continued&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-5606113253276677803?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/5606113253276677803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=5606113253276677803' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/5606113253276677803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/5606113253276677803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2011/11/sosial-media-dan-saya.html' title='Sosial Media dan Saya'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-QUdBNDVP6xM/Tsj5H2Xq7qI/AAAAAAAAAHk/wPEOoFTXDbM/s72-c/social%252Bmedia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-7302231326100774196</id><published>2011-10-03T01:13:00.000-07:00</published><updated>2011-10-03T01:30:47.141-07:00</updated><title type='text'>Tari Bedoyo Ketawang</title><content type='html'>Salah satu yang menarik dari perjalanan saya ke Solo pada Juni lalu adalah menyaksikan tari Bedoyo Ketawang di Keraton Surakarta. Tarian ini di suguhkan dalam rangka persiapan menyambut ulang tahun Raja Surakarta. Tarian ini merupakan salah satu tarian sakral yang ditarikan oleh 7 atau 9 orang penari. Jumlah penari dalam tarian ini memang ganjil dan tidak sembarang orang bisa menarikan tarian ini. Rata-rata penari adalah para abdi dalem atau putri raja yang masih gadis, tidak dalam keadaan menstruasi dan menjalankan latihan setiap Selasa Kliwon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua alat gamelan di mainkan untuk mengiringi tarian ini, untuk menggambarkan betapa mendalamnya percintaan Nyi Roro Kidul dengan Panembahan Senopati. Menurut Abdi Dalem yang saya temui, hal ini guna menggambarkan dalamnya perasaan Nyi Roro Kidul  dengan Panembahan Senopati sehingga tidak ada bunyi-bunyian yang mampu menyuarakannya. Tarian ini juga menggambarkan bujukan Nyi Roro Kidul kepada Panembahan Senopati untuk tinggal di samudera pantai Selatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang terasa magis saat melihat tarian ini, gerakannya yang halus membuat saya terpaku. Konon, kalau ada yang memotret penari seringkali mendapati jumlah penarinya menjadi genap karena ada Nyi Roro Kidul yang turut menari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya termasuk beruntung bisa menyaksikan tarian ini, salah satu kekayaan Indonesia.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-DuWfeMj4rvM/Tolu5n9WZxI/AAAAAAAAAHA/YBGReUcA4MI/s1600/IMG_1170.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-DuWfeMj4rvM/Tolu5n9WZxI/AAAAAAAAAHA/YBGReUcA4MI/s320/IMG_1170.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659176343025641234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-7302231326100774196?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/7302231326100774196/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=7302231326100774196' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/7302231326100774196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/7302231326100774196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2011/10/tari-bedoyo-ketawang.html' title='Tari Bedoyo Ketawang'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-DuWfeMj4rvM/Tolu5n9WZxI/AAAAAAAAAHA/YBGReUcA4MI/s72-c/IMG_1170.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-2914616335759532810</id><published>2011-10-03T01:11:00.001-07:00</published><updated>2011-10-03T01:13:00.504-07:00</updated><title type='text'>JINGGA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-2ra6tTuzU4Y/ToluS3JdVOI/AAAAAAAAAG4/vOSO9IWFrS0/s1600/IMG_1148.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-2ra6tTuzU4Y/ToluS3JdVOI/AAAAAAAAAG4/vOSO9IWFrS0/s320/IMG_1148.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659175677088060642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-2914616335759532810?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/2914616335759532810/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=2914616335759532810' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/2914616335759532810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/2914616335759532810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2011/10/jingga_03.html' title='JINGGA'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-2ra6tTuzU4Y/ToluS3JdVOI/AAAAAAAAAG4/vOSO9IWFrS0/s72-c/IMG_1148.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-5634244818902428407</id><published>2011-10-03T01:11:00.000-07:00</published><updated>2011-10-03T01:12:25.308-07:00</updated><title type='text'>JINGGA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-2ra6tTuzU4Y/ToluS3JdVOI/AAAAAAAAAG4/vOSO9IWFrS0/s1600/IMG_1148.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-2ra6tTuzU4Y/ToluS3JdVOI/AAAAAAAAAG4/vOSO9IWFrS0/s320/IMG_1148.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659175677088060642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-5634244818902428407?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/5634244818902428407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=5634244818902428407' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/5634244818902428407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/5634244818902428407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2011/10/jingga.html' title='JINGGA'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-2ra6tTuzU4Y/ToluS3JdVOI/AAAAAAAAAG4/vOSO9IWFrS0/s72-c/IMG_1148.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-900133989088364263</id><published>2011-09-17T06:30:00.000-07:00</published><updated>2011-09-17T07:07:13.813-07:00</updated><title type='text'>Salah Rok Mini ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-xrWRZrutAR4/TnSphEVzINI/AAAAAAAAAGw/raNpcISWfgQ/s1600/rok-mini.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 216px; height: 172px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-xrWRZrutAR4/TnSphEVzINI/AAAAAAAAAGw/raNpcISWfgQ/s320/rok-mini.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653329817822765266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam kurun waktu sebulan ini marak terjadi kasus pemerkosaan di Jakarta, yang di lakukan di dalam angkutan umum. Berdasarkan pengalaman saya, sebagai pengguna jasa angkutan umum di Jakarta dan Depok, 70 persen pengguna jasa angkutan umum adalah perempuan. Namun tingkat keamanan dan kenyamanan amat sangat memprihatinkan. Kejadian yang menimpa Livia mahasiswi Bina Nusantara dan RS seorang pekerja menjadi perhatian banyak orang tak kecuali orang nomor satu di DKI Jakarta. Dalam pernyataannya yang penulis kutip dari Isyana Artharini di situs yahoo.com , Fauzi Wibowo berkomentar sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tindakan pencegahan ini dilakukan agar tidak memancing orang untuk melakukan tindakan asusila," kata Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo kepada wartawan di Jakarta, Jumat, seperti dikutip Antara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu baru satu pernyataan. Foke masih melanjutkan dengan, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Coba bayangkan yang duduk di depan perempuan itu, bagaimana reaksinya melihat ada perempuan pakai rok mini, rada gerak juga kan,&lt;/span&gt;" tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan ini menimbulkan reaksi dari berbagai kalangan, tidak terkecuali saya. Komentar tersebut jelas-jelas tidak menimbulkan empati pada korban dan kaum perempuan pada umumnya. Banyak korban pelecehan seksual dan pemerkosaan di dera dengan pertanyaan " Memang pakai baju apa kamu tadi ?" atau pertanyaan "Pulangnya kemalaman ya ?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyaan seperti inilah yang menyudutkan korban. Saya yakin tidak ada satu korbanpun ingin dirinya dilecehkan apalagi di perkosa. Bukan masalah pakaian ataupun pulang larut malam yang menjadi permasalahan tapi rendahnya keamanan bagi perempuan dan tidak adanya empati terhadap korban. Korban justru disudutkan dan di persalahkan seolah-olah dirinya lah yang menggumbar nafsu birahi laki-laki dan menyebabkan hal tersebut terjadi pada dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan lainnya adalah banyak kasus-kasus pelecehan seksual dan perkosaan yang tak tersentuh hukum. Karena persoalan sosial dan budaya yang menganggap tabu persoalaan ini, sehingga para pelaku tidak ada efek jera bahkan untuk kasus pelecehaan seksual sering kali dianggap sebagai hal yang biasa yang terjadi. Kalaupun ada korban yang melaporkan, ada beberapa yang mengajukan pertanyaan yang memojokkan dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan dan masyarakat harus bersama-sama menentang aksi kekerasan seksual yang terjadi belakangan ini bukan dengan membatasi peempuan apa yang hendak ia pakai dan jam berapa ia harus keluar tapi peningkatan keamanan dan kenyamanan di ranah publik. Banyak perempuan yang menggenakan pakaian jauh dari kesan seksi tapi toh tetap menjadi korban pelecehan seksual dan pemerkosaan. Perempuan harus mendapatkan keamanaan dan kenyamanaan apapun yang mereka gunakan dan itulah yang harusnya pemerintah lakukan bukan mendiskriminasi perempuan karena pakaian dan aktivitasnya di ranah publik&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-900133989088364263?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/900133989088364263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=900133989088364263' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/900133989088364263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/900133989088364263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2011/09/salah-rok-mini.html' title='Salah Rok Mini ?'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-xrWRZrutAR4/TnSphEVzINI/AAAAAAAAAGw/raNpcISWfgQ/s72-c/rok-mini.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-3531795380528535353</id><published>2011-09-08T06:44:00.000-07:00</published><updated>2011-11-20T04:51:47.159-08:00</updated><title type='text'>Mutmainah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-nREkho3qyA4/Tsj3zBmGRQI/AAAAAAAAAHY/wPpkiTvgksg/s1600/1_862664225l.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-nREkho3qyA4/Tsj3zBmGRQI/AAAAAAAAAHY/wPpkiTvgksg/s320/1_862664225l.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677059786274129154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;kata ini seakan melekat dalam benakku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kata yang tak sulit untuk diucap namun sulit tuk di terapkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenangkan hatiku seperti kubasuh kedua muka ku saat wudhu dikala marahku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenangkan hatiku seperti ku mengangkat kedua tanganku saat takbiratul ihram dikala sedihku &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenangkan hatikku seperti saat kali menyebutkan nama-Mu dikala khilafku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenangkanlah hatiku saat ku menutup lembaran hidup ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Hadapkanlah aku dengan tenang saat bertemu dengan-Mu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-3531795380528535353?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/3531795380528535353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=3531795380528535353' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/3531795380528535353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/3531795380528535353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2011/09/mutmainah.html' title='Mutmainah'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-nREkho3qyA4/Tsj3zBmGRQI/AAAAAAAAAHY/wPpkiTvgksg/s72-c/1_862664225l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-2228629080656851982</id><published>2011-03-18T21:07:00.000-07:00</published><updated>2011-03-18T21:07:59.152-07:00</updated><title type='text'>Björk ft. Thom Yorke - I've seen it all</title><content type='html'>&lt;iframe width="480" height="295" src="http://www.youtube.com/embed/d9zFt6M_GLo?fs=1" frameborder="0" allowFullScreen=""&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-2228629080656851982?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/2228629080656851982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=2228629080656851982' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/2228629080656851982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/2228629080656851982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2011/03/bjork-ft-thom-yorke-ive-seen-it-all.html' title='Björk ft. Thom Yorke - I&apos;ve seen it all'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/d9zFt6M_GLo/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-2871917338056063704</id><published>2011-03-18T20:07:00.000-07:00</published><updated>2011-03-18T20:07:35.022-07:00</updated><title type='text'>Tinderbox - Please Please Please Let Me Get What I Want This Time</title><content type='html'>&lt;iframe width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/embed/LvmjzYUVafk?fs=1" frameborder="0" allowFullScreen=""&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-2871917338056063704?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/2871917338056063704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=2871917338056063704' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/2871917338056063704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/2871917338056063704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2011/03/tinderbox-please-please-please-let-me.html' title='Tinderbox - Please Please Please Let Me Get What I Want This Time'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/LvmjzYUVafk/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-6708761761030204846</id><published>2011-03-02T03:53:00.000-08:00</published><updated>2011-03-02T03:53:51.769-08:00</updated><title type='text'>Nasionalisme???</title><content type='html'>&lt;iframe width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/embed/CGvjNcuVr24?fs=1" frameborder="0" allowFullScreen=""&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-6708761761030204846?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/6708761761030204846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=6708761761030204846' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/6708761761030204846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/6708761761030204846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2011/03/nasionalisme.html' title='Nasionalisme???'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/CGvjNcuVr24/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-8967437558450925178</id><published>2011-02-27T04:28:00.000-08:00</published><updated>2011-02-27T04:35:27.871-08:00</updated><title type='text'>this is it</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-HOBKLSg7XlI/TWpFAs7Y5oI/AAAAAAAAAGU/bZSn6nGs9Gg/s1600/27240_1428214306837_1277213494_1207571_1193207_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-HOBKLSg7XlI/TWpFAs7Y5oI/AAAAAAAAAGU/bZSn6nGs9Gg/s320/27240_1428214306837_1277213494_1207571_1193207_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5578346966814353026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Ir. Soekarno, ijazah ini dapat robek dan hancur menjadi abu disatu saat. Ia tidak kekal, Ingatlah bahwa satu-satunya kekuatan yang bisa hidup terus dan kekal adalah karakter dari seseorang. Ia akan hidup dalam hati rakyat, sekalipun sesudah mati"...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata yang diucapkan Presiden Universitas ITB pada saat itu kepada Soekarno, menjadi pengingat untuk diri ini untuk mengembangkan karakter bukan hanya semata secarik kertas yang mencantumkan titel. Bekerja hanya karena titel bukan karena passion yang akhirnya bisa membuat mati. Foto wisuda tak akan bermakna kalau kita tidak memaknai diri kita sendiri, apa arti senyuman dalam foto tersebut. Dengan senyuman kita harus berani menantang hidup, mencari bukan menunggu. Mengeksplorasi diri dan menemukan menggunakannya untuk meraih impian yang lebih besar dan berharga dari secarik kertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus ada proses, dan proses itu tak akan pernah usai hanya karena kita telah memakai toga ... berproses dengan mimpi dan cita-cita karena sekarang waktunya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-8967437558450925178?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/8967437558450925178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=8967437558450925178' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/8967437558450925178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/8967437558450925178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2011/02/this-is-it.html' title='this is it'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-HOBKLSg7XlI/TWpFAs7Y5oI/AAAAAAAAAGU/bZSn6nGs9Gg/s72-c/27240_1428214306837_1277213494_1207571_1193207_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-7001772094886364437</id><published>2011-02-03T22:16:00.000-08:00</published><updated>2011-02-27T04:51:41.122-08:00</updated><title type='text'>Perempuan dan sains</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-wQycQv_WNWo/TWpIylZFAsI/AAAAAAAAAGc/7MIoH75cpGs/s1600/curie.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 235px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-wQycQv_WNWo/TWpIylZFAsI/AAAAAAAAAGc/7MIoH75cpGs/s320/curie.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5578351122319737538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perempuan dan Sains &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, saya bertanya kepada para mahasiswa, siapa ilmuwan perempuan yang kalian ? dari 80 orang mahasiswa hanya tersebut satu nama yakni, Marie Curie. Hanya Marie Curie, yang sering kita dengar kiprahnya dalam dunia sains dan teknologi lainnya hanya terdengar samar-samar. Hal ini, memang tidak mengherankan karena sering kali ilmuwan perempuan tidak pernah disebut-sebut atau dicantumkan dalam buku tokoh-tokoh ilmuwan yang rata-rata hanya menyebutkan nama ilmuwan laki-laki. Dalam buku 1001 Tokoh Penemu Paling Berjasa Bagi Umat Manusia yang saya miliki sejak SMU hanya ada nama Marie Curie. Kiprah Marie Curie jugatidak lepas dari sepak terjang sang suami Piere Curie. Sebagai seorang individu yang mandiri dan peneliti yang hebat, Marie Curie jarang sekali dibahas secara mendalam.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesenjangan gender mengakibatkan peran serta perempuan dalam bidang IPTEK jauh tertinggal. Streotipe, budaya dan tradisi mengakibatkan perempuan memperoleh kesempatan pendidikan yang terbatas jika dibandingkan oleh kaum laki-laki. Hal ini pula yang mengakibatkan keikutsertaan perempuan dalam IPTEK sering sekali diabaikan atau bahkan dihilangkan dalam sejarah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum perempuan terkadang hanya dijadikan sasaran pasar dari sebuah produk teknologi dan menjadi golongan yang mengalami berbagai ketidak beruntungan dalam bentuk-bentuk sub-ordinasi, perendahan, pengabaian, eksploitasi, pelecehan seksual, tindak kekerasan dan lain-lain terhadap perempuan. Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali hal-hal yang berkaitan dengan teknologi atau elektronik diperkenalkan pada laki-laki dan untuk perempuan ditekankan pada pola pengasuhan, perawatan dan pemeliharaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia ilmu pengetahuan yang androsentris tidak memperhitungkan perempuan dalam teori dan metodologi. Oleh karena itu banyak perempuan yang memiliki peranan dalam sebuah bidang penelitian disisihkan dan tidak diikutsertakan dalam penyebarluasan ilmu pengetahuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu tentang keterkaitan antara perempuan dan teknologi mulai muncul menjelang akhir tahun 1970-an meski sebelum itu perempuan telah memiliki kemampuan untuk berperan dalam bidang teknologi namun belum banyak terdengar. Hal ini dikarenakan : &lt;br /&gt;1. Jumlah perempuan yang menekuni bidang ilmu pengetahuan dan teknologi sangat terbatas, dan jika perempuan menekuni teknologi digunakan untuk menunjang pekerjaannya yang khas ‘pekerjaan perempuan’ misalnya memasak atau menjahit&lt;br /&gt;2. Bidang ilmu pengetahuan dan teknolohi masih dianggap domain maskulin .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir 1970an studi tentang keterkaitan antara perempuan dan teknologi berangsur muncul melalui tiga jenis kegiatan :&lt;br /&gt;1. Analisis sejarah teknologi yang mengungkapkan kontribusi perempuan kontribusi perempuan terhadap penemuan dan pengembangan teknologi;&lt;br /&gt;2. Penelitian mengenai hubungan antara pekerja tradisional perempuan, sebagai produsen dan reprodusen dengan perkembangan dan perubahan teknologi;&lt;br /&gt;3. Kritik nilai-nilai dan kerangka epistemologis yang melandasi studi serta praktek teknologi. Namun, baru pada awal tahun 1980-an studi tentang keterkaitan antara perempuan dengan teknologi dilaksanakan dalam kerangka program studi antar displin mengenai hubungan teknologi dengan masyarakat (Sudrajad,1994). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan dan pengembangan IPTEK sebenarnya sudah tidak asing, namun karena kesenjangan gender, keterlibatan perempuan seringkali dicantumkan atau bahkan sengaja dihilangkan. Dalam catatan ada beberapa nama perempuan yang berkecimpung dalam dunia penelitian IPTEK, yang antara lain : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Marie Curie &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maria Skłodowska-Curie (7 November 1867 – 4 Juli 1934) adalah perintis dalam bidang radiologi dan pemenang Hadiah Nobel dua kali, yakni Fisika pada 1903 dan Kimia pada 1911. Ia mendirikan Curie Institute. Bersama dengan suaminya, Pierre Curie, ia menemukan unsur radium.&lt;br /&gt;Curie adalah salah satu dari sedikit orang yang memenangi dua Hadiah Nobel dalam dua bidang, adalah salah satu peneliti terpenting dalam bidang radiasi dan efeknya sebagai perintis radiologi. Catatan miliknya bersifat radioaktif, sampai baru-baru ini seorang cucu perempuannya mendekontaminasinya.&lt;br /&gt;Marie Curie dibesarkan di Polandia dalam keluarga guru. Karena krisis di Polandia, ia jatuh miskin dan harus hidup hemat. Untuk memperoleh pendidikan ia harus belajar secara sembunyi-sembunyi. Pada tahun 1891 Marie melanjutkan studinya tentang Fisika dan Matematika di Universitas Sorbonne. Baru setelah dia pergi ke Paris untuk sekolah di Universitas Sorbonne maka dia dapat lebih leluasa untuk melakukan riset sampai akhirnya dari bekalnya itu dia mampu mengisolasi radium dari laboratorium tuanya yang sederhana; dari sinilah penemuannya berasal.&lt;br /&gt;Dedikasinya terhadap ilmu pengetahuan sangatlah tinggi. Marie Curie terus bekerja dan menyelediki nuklir dan radioaktif hanya di dalam laboratorium sederhana tanpa memikirkan kepentingannya sendiri. Bahkan ia tidak mau mendaftarkan penemuannya dan mematenkannya karena berpegang teguh pada prinsip, "ilmu pengetahuan adalah untuk umat manusia"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hedy Kiesler Markey atau yang dikenal dengan Hedy Lamarr (tahun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hedy Kiesler Markey (Kelahiran Austria 9 November 1914 – January , 2000) yang terkenal dengan film kontroversialnya Ecstasy tidak hanya mampu berakting namun juga mampu mengembangkan IPTEK. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepiawaiannya dalam IPTEK membuatnya mampu menghasilkan penemuan pada tahun 1942 “Secret Communication System “ atau Sistem Komunikasi Paten. “Secret Communication System” ini turut membantu upaya militer AS dalam Perang Dunia II. Lamarr juga mengembangkan penemuan  “soda pop instant” kering untuk para prajruit  disela-sela waktu syutingnya. &lt;br /&gt;Penemuan Lamarr membantu Amerika dalam mengalahkan Nazi pada Perang Dunia II. Teknologi yang ditemukan Lamarr saat ini kita rasakan dalam teknologi telepon selular dan WIFI yang merupakan teknik perpindahan frekuensi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Barbara McClintock &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barbara McClintok, lahir di Hartford, Connecticut, Amerika Serikat, 16 Juni 1902 – meninggal di Huntington, New York, 2 September 1992 pada umur 90 tahun. Ia adalah seorang pakar sitogenetika serta etnobotani, dan menghabiskan banyak waktu di Meksiko serta Amerika Selatan mengkaji pertanian jagung yang diusahakan oleh suku Indian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menerima Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran pada Oktober 1983 untuk jerih-payahnya dalam menyingkap keberadaan transposon (jumping gene). Ayahnya seorang ahli fisika dan ibunya seorang pemain piano yang mengajari semua anaknya mengenai kepandaian bermain piano.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Birute Galdikas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Birutė Marija Filomena Galdikas, OC Ph.D. (lahir pada 10 Mei 1946 ), adalah peneliti hewan primata, konservasionist, dan ethologis yang melakukan penelitian terhadap orangutan di Kalimantan. Saat ini Galdikas juga masih berkecimpung dalam dunia primata dengan mendirikan sebuah Foundation yang concern dalam melakukan penelitian primata asli Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Rosalind Franklin&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosalind Franklin (1920-1958) ialah seorang ilmuwati yang mengadakan penelitian tentang struktur DNA bersama Francis Crick, James Watson, dan Maurice Wilkins dengan difraksi sinar X.&lt;br /&gt;Rosalind Franklin selalu menyukai fakta. Ia berpikir logis dan tepat, dan tak sabar dengan hal-hal yang sebaliknya. Ia memutuskan menjadi ilmuwan saat berusia 15 tahun . Ia lulus ujian masuk Universitas Cambridge pada tahun 1938. Walau keluarganya berada dan memiliki tradisi jabatan pemerintahan dan kedermawanan, ayahnya tak menyetujui pendidikan perguruan tinggi buat wanita. Ia menolak membayar sekolahnya . Sampai akhirnya ia dibiayai oleh salah satu bibinya dan berkata Franklin harus mendapat pendidikan, dan ia akan menanggung biayanya. Ibu Franklin juga berpihak padanya sampai akhirnya ayahnya mengalah.&lt;br /&gt;Perang Dunia II pecah di Eropa pada tahun 1939 dan Franklin tinggal di Cambridge. Ia lulus pada tahun 1941 dan mulai bekerja berbekal gelar doktornya. Karyanya berfokus pada masalah perang: sifat batu bara dan arang kayu serta bagaimana menggunakannya secara efisien. Ia menerbitkan 5 karya pada mata kuliah itu sebelum ia berusia 26 tahun. Karyanya tetap dikutip kini, dan membantu mengajukan bidang serat karbon yang kuat. Pada usia 26, Franklin menerima gelar Ph.D. dan perang barusan selesai. Ia mulai bekerja dalam difraksi sinar-X -- menggunakan sinar X untuk membuat gambar zat padat yang dikristalkan. Ia memelopori penggunaan metode ini dalam menganalisis bahan yang rumit dan tak teratur seperti molekul biologis yang besar, dan tak hanya kristal tunggal.&lt;br /&gt;Ia menghabiskan 3 tahun di Prancis, menikmati suasana kerja, kebebasan masa damai, masakan dan budaya Perancis. Namun pada tahun 1950, ia sadar bahwa jika ia ingin membuat karir ilmiah di Inggris, ia harus kembali. Ia diundang ke King's College di London untuk bergabung dengan kelompok ilmuwan yang sedang mempelajari sel hidup. Pemimpin tim menugasinya berkarya pada ADN dengan mahasiswa pascasarjana. Asumsi Franklin ialah bahwa ini merupakan proyeknya sendiri. &lt;br /&gt;Franklin membuat kelanjutan dalam teknik difraksi sinar-X dengan DNA. Ia mengurus alat-alatnya untuk menciptakan sorotan sinar-X yang amat tajam. Ia mengekstraksikan serat DNA yang baik daripada yang pernah sesungguhnya dan menyusunnya dalam buntelan paralel. Dan ia mempelajari reaksi serat pada keadaan lembab. Seluruhnya memungkinkannya menemukan kunci penting atas struktur DNA. Wilkins menerima datanya, tanpa pengetahuannya, dengan James Watson dan Francis Crick, di Cambridge University, dan mereka saling mendahului dalam perlombaan itu, kemudian menerbitkan struktur DNA yang diajukan pada Maret 1953.&lt;br /&gt;Ia mengepalai kelompok risetnya sendiri di Birkbeck College London. Namun kepala King's membiarkannya berbicara terus pada keadaan di mana ia takkan bisa bekerja pada DNA. Franklin kembali pada studinya tentang batu bara dan juga menyelesaikan kerja DNA-nya. Ia mengalihkan perhatiannya ke virus, menerbitkan 17 kertas kerja dalam 5 tahun. Penemuan kelompoknya meletakkan dasar penemuan virologi struktural.&lt;br /&gt;Selama dalam kunjungan profesional ke Amerika Serikat, Franklin merasa sakit yang segera diketahuinya kanker rahim. Ia terus berkarya sampai 2 tahun berikutnya, melalui 3 operasi dan kemoterapi eksperimental dan remisi 10 bulan. Ia berkarya sampai beberapa minggu sebelum kematiannya pada tahun 1958 pada usia 37.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Lise Meitner&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Lise Meitner merupakan salah satu bagian dari team penemu fisi nuklir yang menjadi dasar penggunaan tenaga nuklir . Namun sayang disayangkan namanya tidak tercantum sebagai salah satu penerima Nobel atas penemuannya, melainkan hanya diterima oleh Otto Hahn dan Strassman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Jane Goodall &lt;br /&gt;Jane Goodall lahir di London, Inggris pada tahun 1934 dari pasangan Mortimer Herbert- Morris Goodall dan Margaret Myfanwe Joseph. Kecintaan Jane denga simpanse sudah tumbuh sejak kecil. Pada tahun 1957 ia ke Kenya dan bekerja jadi seorang sekretaris pada seorang arkeolog dan paleotologis Louis Leakey yang kemudia mengirimnya ke Tanzania  tepatnya di Gombe Stream National Park. Inilah awal ia meneliti tentang kehidupan simpanse. Dari risetnya ia menemukan, bahwa tidak hanya manusia yang memiliki perasaan dan memiliki kemampuan untuk melakukan hal yang rasional. Ia juga mengamati bagaimana Simpanse berpelukan, berciuman dan bahkan saling menggelitik. Dari pengamatannya ini, ia menemukan beberapa persamaan antara simpanse dengan manusia dalam hal emosional, intelegensia, bersosialisasi dan membentuk keluarga. Untuk mengembangkan penelitiannya Jane Goodall membentuk lembaga riset yang dinamakan Jane Goodall institute guna mensupport penelitian simpanse di Gombe . Jane juga menggunakan jejaring sosial guna seperti facebook dan twitter guna mensosialisasikan risetnya agar diketahui banyak orang. &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterlibatan perempuan dalam perkembangan IPTEK, beberapa kali berhasil memperoleh penghargaan Nobel. Berikut ini ada beberapa nama perempuan yang berhasil mendapatkan hadiah Nobel dalam bidang IPTEK, yang diantaranya adalah :  &lt;br /&gt;• Irene Curie (Kimia, 1935) adalah putri Marie Curie.  Dia melanjutkan kerja ibunya di bidang radioaktivitas dan memenangkan Hadiah Nobel untuk menemukan bahwa radioaktivitas dapat diproduksi secara artifisial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Gerty Radnitz Cori (Fisiologi atau Kedokteran, 1947) Gerty Cori adalah wanita Amerika pertama yang memenangkan Hadiah Nobel dalam ilmu pengetahuan.  Dia memperlajari enzim dan hormon, dan yang akhirnya menghasilkan sebuah pendekatan mengenai penyakit diabetes.  Dia memenangkan Hadiah Nobel karena menemukan enzim yang mengubah glikogen menjadi gula dan kembali lagi ke glikogen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Maria Goeppert Mayer (Fisika, 1963) Maria meneliti struktur inti atom.. Selama Perang Dunia II ia bekerja pada pemisahan isotop untuk proyek bom atom. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Crowfoot Dorothy Hodgkin (Kimia, 1964) Dorothy menemukan struktur penisilin dan vitamin B (12). Dia memenangkan Hadiah Nobel untuk menentukan struktur senyawa biokimia penting untuk memerangi anemia pernisiosa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Rosalyn Sussman Yalow (Fisiologi atau Kedokteran, 1977) Rosayln Yalow memenangkan Hadiah Nobel untuk mengembangkan radioimmunoassay, tes jaringan tubuh yang menggunakan isotop radioaktif untuk mengukur konsentrasi hormon, virus, vitamin, enzim, dan obat-obatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Barbara McClintock (Fisiologi atau Kedokteran, 1983) Barbara McClintock mempelajari kromosom jagung / jagung dan pekerjaannya menemukan bakteri resisten antibiotik dan kemungkinan obat untuk penyakit tidur Afrika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Rita Levi-Montalicini (Fisiologi atau Kedokteran, 1986) Rita adalah neuroembryologist Italia dikenal karena rekan-penemuan pada tahun 1954 faktor pertumbuhan saraf, yang sebelumnya tak dikenal protein yang merangsang pertumbuhan sel-sel syaraf dan berperan dalam penyakit degeneratif seperti penyakit Alzheimer . She received the Nobel Prize in Physiology or Medicine in 1986. Ia menerima Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1986. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Gertrude Elion (Fisiologi atau Kedokteran, 1988) Gertrude Elion adalah satu-satunya wanita penemu dilantik menjadi The Inventors Hall of Fame. Dia menciptakan obat melawan leukemia-6-mercaptopurine. Her melanjutkan penelitian menyebabkan Imuran, turunan 6-mercaptopurine yang menghalangi penolakan tubuh jaringan asing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Christiane Nüsslein-Volhard (Fisiologi atau Kedokteran, 1995) Christiane Nüsslein-Volhard memenangkan Hadiah Nobel menggunakan lalat buah untuk membantu menjelaskan cacat lahir pada manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Linda Buck (Fisiologi atau Kedokteran, 2004) Buck dan Richard Axel sesama Amerika menemukan bagaimana sistem penciuman-penciuman-karya dan bagaimana orang-orang yang mampu mengenali dan mengingat lebih dari 10.000 bau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Françoise Barré-Sinoussi (Fisiologi atau Kedokteran, 2008) Barré-Sinoussi memenangkan Hadiah Nobel dengan Luc Montagnier (baik Perancis) untuk penemuan mereka dari human immunodeficiency virus (HIV) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Elizabeth H. Blackburn dan Carol W. Greider (Fisiologi atau Kedokteran, 2009) Blackburn dan Greider, keduanya dari Amerika Serikat, bersama dengan Amerika sesama Jack W. Szostak, memenangkan Hadiah Nobel bagi mereka "penemuan tentang bagaimana kromosom dilindungi oleh telomeres dan enzim telomerase " .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Daftar Pustaka &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Attfield, Robin, Etika Lingkungan Global, Kreasi Wacana, 2010&lt;br /&gt;Jim Ottaviani, Perempuan dalam Sains, Kepustakaan Populer Gramedia ,2009&lt;br /&gt;Jurnal Perempuan 15, Wacana Tubuh Perempuan, Yayasan Jurnal Perempuan, 2004 &lt;br /&gt;Jurnal Perempuan 21, Perempuan dan Ekologi, Yayasan Jurnal Perempuan, 2002&lt;br /&gt;Jurnal Perempuan 48, Pengetahuan Perempuan, Yayasan Jurnal Perempuan ,2006 &lt;br /&gt;Jurnal Perempuan 57, Menelusuri Kearifan Lokal, Yayasan Jurnal Perempuan, 2008&lt;br /&gt;Jurnal Perempuan&lt;br /&gt;Marhaeni, Tri Pudji Astuti , Konstruksi Gender Dalam Realitas Sosial, Universitas Negeri Semarang Press, 2008 &lt;br /&gt;Susanto, Harry PS.,Mitos, Kanisius, Yogyakarta, 1987 &lt;br /&gt;Ulasan Berita Surat Kabar, Masalah Gender, Kesehatan dan Lingkungan di Indonesia, Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia, Jakarta 2009 &lt;br /&gt;Situs : &lt;br /&gt;www.menegpp.go.id &lt;br /&gt;http://www.janegoodall.org/&lt;br /&gt;www.infoplease.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-7001772094886364437?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/7001772094886364437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=7001772094886364437' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/7001772094886364437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/7001772094886364437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2011/02/perempuan-dan-sains.html' title='Perempuan dan sains'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-wQycQv_WNWo/TWpIylZFAsI/AAAAAAAAAGc/7MIoH75cpGs/s72-c/curie.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-3090083066550348421</id><published>2011-01-01T07:20:00.000-08:00</published><updated>2011-01-01T07:41:11.088-08:00</updated><title type='text'>Happy New Year</title><content type='html'>Seperti biasanya, malam tahun baru selalu disambut dengan kemeriahan. Kembang api memercik warna dan kegemerlapan. Seperti kehidupan, penuh warna dan cahaya. Seperti apa, kehidupan di 2011 semua tergantung dari kita. Mau membagi warna dan cahaya kepada yang lain, seperti pedar warna dan cahaya kembang api yang kita lihat di penghujung tahun ? Kalau jawabannya iya, mulailah sekarang juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urusan caranya bagaimana, bisa ditanyakan pada diri sendiri. Kemampuan apa yang bisa dilakukan untuk berbagi cahaya dengan yang lain. Kalau saya pribadi, sebagai seseorang yang menyukai buku selalu ingin memiliki perpustakaan untuk lingkungan dirumah. Sudah lama saya memimpikan hal tersebut, namum masih tertunda hingga kini. Sejak pertandingan AFF, saya punya impian untuk berbagi terang untuk anak-anak di lingkungan rumah, yang kerap kali berlatihan bola di halaman rumah. Membelikan bola untuk mereka dan sedikit memberikan pengarahan sepak bola untuk mereka. Insya Allah, semua ini akan tercapai ditahun 2011...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Anda, mau berbagi warna dan terang dengan siapa dan bagaimana ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-3090083066550348421?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/3090083066550348421/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=3090083066550348421' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/3090083066550348421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/3090083066550348421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2011/01/happy-new-year.html' title='Happy New Year'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-5948418426201469849</id><published>2010-12-28T20:14:00.000-08:00</published><updated>2011-02-27T05:02:08.081-08:00</updated><title type='text'>Turn on TV Turn on Life ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-u2q2x9eXIKE/TWpLRqV2PvI/AAAAAAAAAGk/fuZFBd6aSwg/s1600/9617_132940226739_769196739_2388186_4678383_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-u2q2x9eXIKE/TWpLRqV2PvI/AAAAAAAAAGk/fuZFBd6aSwg/s320/9617_132940226739_769196739_2388186_4678383_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5578353855247564530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Televisi Ritualism&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangun pagi, bukan lagi kamar mandi yang kutuju tapi dengan segera kucari remote tv dan menyalakannya. Gonta-ganti channel, tak juga ada acara yang menarik. Tapi tak lantas, aku matikan “kotak ajaib” itu justru kubiarkan menyala sementara aku bergegas mandi. Biasanya ku cari program acara musik biar aku bisa mendengarkan lagu-lagu hits yang mendayu-dayu. Televisi sudah berubah fungsi sebagai radio yang hanya untuk didengar bukan untuk dinikmati secara audio visualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang aku hanya menyalakan televisi untuk menemani sepi dan melakukan aktivitas lain seperti membaca buku, hingga membuat rating program acara televisi menjadi tinggi. Dan menjadi alasan bagi pemegang kebijakan di stasiun televisi mempertahankan program acara karena berdasarkan survei dari lembaga rating, tayangan mereka memiliki rating yang bagus.&lt;br /&gt;Banyak orang juga yang menyalakan televisi karena ingin menjalani hidupnya dengan ‘normal’, dan merasa tidak ‘afdol’ karena merasa terputus dengan kehidupan gara-gara tidak memencet tombol on di Televisi. Meski setelah tombol on itu dinyalakan, berbagai aktivitas dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Televisi menggantikan posisi radio, terlebih saat ini banyak acara musik di televisi. Kalau dulu, posisi teman setia dalam melakukan aktivitas mensetrika, menyetir, membaca buku atau mencuci piring adalah radio saat ini telah tergantikan dengan televisi . Apalagi saat ini, tayangan televisi bisa dinikmati dengan berbagai macam ukuran dari mulai 60 inchi sampai dengan handphone yang dapat menyaksikan televisi bisa menjadi pilihan. Ukuran-ukuran ini juga yang menjadi langkah mudah bagi orang untuk menyaksikan tayangan televisi meski tidak menikmati dan menjadikannya sambilan mengerjakan pekerjaan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pakar komunikasi, Effendi Ghazali inilah yang disebut dengan tv ritualism, menyalakan televisi menjadi ritual yang harus dilakukan setaip hari meski kita tak menaruh perhatian yang penuh pada layar kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan begitulah kujelang hari, yang dimulai dengan mencari remote televisi dan menyalakannya sambil bersiap untuk bergegas mandi sambil mendengar sayup suara televisi menyala…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-5948418426201469849?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/5948418426201469849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=5948418426201469849' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/5948418426201469849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/5948418426201469849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2010/12/turn-on-tv-turn-on-life.html' title='Turn on TV Turn on Life ?'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-u2q2x9eXIKE/TWpLRqV2PvI/AAAAAAAAAGk/fuZFBd6aSwg/s72-c/9617_132940226739_769196739_2388186_4678383_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-5697428435764897465</id><published>2010-12-28T01:34:00.000-08:00</published><updated>2010-12-28T01:38:28.988-08:00</updated><title type='text'>Tetes Harap</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hahJG-rzROM/TRmvt4h7-AI/AAAAAAAAAGE/GRFvAOtpsHE/s1600/IMG_0275.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hahJG-rzROM/TRmvt4h7-AI/AAAAAAAAAGE/GRFvAOtpsHE/s320/IMG_0275.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555664818141919234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam tiap tetes air mata ini &lt;br /&gt;Aku belajar memahami perasaan &lt;br /&gt;Memaknai kekuatan yang timbul &lt;br /&gt;Seiring dengan keringnya tiap bulir &lt;br /&gt;Hingga ku dapat memandangi cakrawala dengan perspektif baru &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetes air mata ini bukanlah ke sia-siaan &lt;br /&gt;Bentuk penyadaran diri ini lemah &lt;br /&gt;Dan harus kembali tunduk pada yang lebih berkuasa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Airmata bukanlah permainan &lt;br /&gt;Hingga tak akan ku tangisi dirimu berulang -ulang dengan alasan naif &lt;br /&gt;dan membuatku berhenti berharap &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepedihan yang mungkin saat ini terasa &lt;br /&gt;bukanlah alasan untuk berhenti belajar &lt;br /&gt;bukanlah alasan untuk tidak bersyukur dengan apapun yang kuhadapi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena airmata ini menumbuhkan tunas-tunas keberanian untuk melangkah &lt;br /&gt;Tanpa pernah kusadari sebelumnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-5697428435764897465?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/5697428435764897465/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=5697428435764897465' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/5697428435764897465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/5697428435764897465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2010/12/tetes-harap.html' title='Tetes Harap'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_hahJG-rzROM/TRmvt4h7-AI/AAAAAAAAAGE/GRFvAOtpsHE/s72-c/IMG_0275.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-1126428415353056945</id><published>2010-12-28T01:20:00.001-08:00</published><updated>2010-12-28T01:24:34.999-08:00</updated><title type='text'>Rindu Tak Bertuan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hahJG-rzROM/TRmssO4s5uI/AAAAAAAAAF8/A55SS8mtNzc/s1600/IMG_0127.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hahJG-rzROM/TRmssO4s5uI/AAAAAAAAAF8/A55SS8mtNzc/s320/IMG_0127.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555661491248359138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dia ada &lt;br /&gt;Dibiarkan teronggok &lt;br /&gt;Terlihat &lt;br /&gt;Tapi pura-pura tak tahu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melintasi musim &lt;br /&gt;Berharap akan hilang &lt;br /&gt;Termakan waktu &lt;br /&gt;Berterbangan bagai debu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia ada &lt;br /&gt;Biar angin membawanya pergi &lt;br /&gt;Kepada tuan yang ku rindu &lt;br /&gt;Masihkah Kau ada ???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-1126428415353056945?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/1126428415353056945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=1126428415353056945' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/1126428415353056945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/1126428415353056945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2010/12/rindu-tak-bertuan.html' title='Rindu Tak Bertuan'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hahJG-rzROM/TRmssO4s5uI/AAAAAAAAAF8/A55SS8mtNzc/s72-c/IMG_0127.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-2776007680072847132</id><published>2010-12-28T00:46:00.000-08:00</published><updated>2010-12-28T01:00:33.940-08:00</updated><title type='text'>Cara Mencintai</title><content type='html'>Disuatu sore&lt;br /&gt;Saat matahari mengucap salam perpisahannya dengan rona jingga &lt;br /&gt;Kau bertanya padaku&lt;br /&gt;"Bagaimana caramu mencintaiku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau mencoba memberikan pilihan jawabannya : &lt;br /&gt;"Menciumiku habis-habisan"&lt;br /&gt;"Mengirimiku jutaan puisi cinta"&lt;br /&gt;"Menerimaku apa adanya"&lt;br /&gt;"Merangkai ratusan bunga" &lt;br /&gt;Atau &lt;br /&gt;"Kau ikut kemana ku pergi" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabku &lt;br /&gt;Tidak, tak akan kulakukan itu semua&lt;br /&gt;Mungkin cinta perlu bukti &lt;br /&gt;Tapi,&lt;br /&gt;Bibir ini bisa menyentuh bibirmu hampa tanpa rasa&lt;br /&gt;Rangkaian puisi dan bunga bisa mati tanpa jiwa &lt;br /&gt;ku bisa buta oleh lirik matamu &lt;br /&gt;Kakiku tak terikat kakimu meski jiwa ini melekat di hatimu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku cintai kamu &lt;br /&gt;Lewat bait do'a tengah malam  &lt;br /&gt;Tuk menjaga hatiku dan hatimu dijalan-Nya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-2776007680072847132?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/2776007680072847132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=2776007680072847132' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/2776007680072847132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/2776007680072847132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2010/12/cara-mencintai.html' title='Cara Mencintai'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-8511569613344503093</id><published>2010-12-27T23:00:00.001-08:00</published><updated>2010-12-27T23:00:59.961-08:00</updated><title type='text'>Rintik Hujan Bulan Mei</title><content type='html'>Langit kembali mendung &lt;br /&gt;Tak seperti dalam buku IPA di Sekolah Dasar&lt;br /&gt;Hujan kini tak hanya turun di bulan yang berakhiran "ber" &lt;br /&gt;Tapi bisa datang kapan saja ia suka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rintik hujan mulai menari &lt;br /&gt;Diatas tanah yang akan menampungnya &lt;br /&gt;Ku hirup udara pertemuan itu &lt;br /&gt;Mesra bagai sang kekasih yang merindu &lt;br /&gt;Sapa lembut hujan pada sang tanah membuatku teringat akan dirimu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulitmu seolah semakin bersinar kala kita terjebak dalam hujan sore itu &lt;br /&gt;Tangan semakin mengenggam erat &lt;br /&gt;Seolah kita sedang berbagi hangat &lt;br /&gt;Dengan bara di hati &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan di Bulan Mei &lt;br /&gt;Kini membelaiku hangat&lt;br /&gt;Meski kau tak lagi berbagi &lt;br /&gt;Rinai hujan tetap melukismu dekat &lt;br /&gt;Tanpa perlu meratap&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-8511569613344503093?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/8511569613344503093/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=8511569613344503093' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/8511569613344503093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/8511569613344503093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2010/12/rintik-hujan-bulan-mei.html' title='Rintik Hujan Bulan Mei'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-5430639106570547863</id><published>2010-12-27T22:50:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T22:52:03.747-08:00</updated><title type='text'>Pintaku</title><content type='html'>Jika ini rasa yang menggebu maka kupinta untuk dapat dikendalikan &lt;br /&gt;Jika ini keinginan yang palsu maka kupinta untuk diluruskan &lt;br /&gt;Jika ini sebuah godaan kalbu maka kupinta untuk diingatkan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati selalu berputar dan berubah namun tak pernah kehilangan arah &lt;br /&gt;Karena Engkau poros hidupku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-5430639106570547863?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/5430639106570547863/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=5430639106570547863' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/5430639106570547863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/5430639106570547863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2010/12/pintaku.html' title='Pintaku'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-2836037112137297750</id><published>2010-12-27T22:49:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T23:57:44.069-08:00</updated><title type='text'>Datar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hahJG-rzROM/TRmYJ0vHU3I/AAAAAAAAAFc/cgMt3JZT1bk/s1600/DSCN2729.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hahJG-rzROM/TRmYJ0vHU3I/AAAAAAAAAFc/cgMt3JZT1bk/s320/DSCN2729.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555638909880718194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hilangkah ? &lt;br /&gt;Tak tahu jawabku ragu &lt;br /&gt;ku tak merasa ada yg mencurinya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datar &lt;br /&gt;Saja ku rasa&lt;br /&gt;Tak berkesan &lt;br /&gt;Tak bergetar &lt;br /&gt;Tak juga sampai terjatuh &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilangkah ? &lt;br /&gt;Atau mati suri ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatapannya mempesona Senyumnya rupawan &lt;br /&gt;Sapanya hangat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bagai sayur tanpa garam &lt;br /&gt;Datar &lt;br /&gt;Hilangkah rasa ? &lt;br /&gt;Karena hati ini tak mau melangkah &lt;br /&gt;Mata ini tak mau terbuka &lt;br /&gt;Dan tangan ini hanya bersedekap &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datar &lt;br /&gt;Aku yang ragu &lt;br /&gt;Atau kau yg tak ucap makna dibalik senyuman ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapkan saja&lt;br /&gt;Agar ku rasa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-2836037112137297750?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/2836037112137297750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=2836037112137297750' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/2836037112137297750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/2836037112137297750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2010/12/datar.html' title='Datar'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_hahJG-rzROM/TRmYJ0vHU3I/AAAAAAAAAFc/cgMt3JZT1bk/s72-c/DSCN2729.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-3708479201897254760</id><published>2010-12-22T06:44:00.000-08:00</published><updated>2010-12-28T00:06:42.104-08:00</updated><title type='text'>Untuk seorang Perempuan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hahJG-rzROM/TRmZgjC_AyI/AAAAAAAAAFk/oEBPK2nQ2Zg/s1600/IMG_3596.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hahJG-rzROM/TRmZgjC_AyI/AAAAAAAAAFk/oEBPK2nQ2Zg/s320/IMG_3596.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555640399780840226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seusai mengucap salam&lt;br /&gt;Beliau menghampiriku&lt;br /&gt;Duduk disampingku&lt;br /&gt;Tangannya yang hangat menyentuh bahuku&lt;br /&gt;Wajahnya yang teduh membisikkan kata ... "Yang Sabar ya Jeng..."&lt;br /&gt;Seolah tahu apa yang kurasa meski tak terungkap apa yg dijiwa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajahnya yang menenangkan seolah tak pernah terbebani apapun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau telah mencuri hati ini, sejak awal berjumpa ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain waktu, kudapati beliau sedang terbaring lemah namun dengan senyum hangat ia menyapaku&lt;br /&gt;Memeluk erat, seolah akulah yang ia tunggu ...&lt;br /&gt;Aku memeluknya erat...&lt;br /&gt;Meski selalu terucap lewat doa ...&lt;br /&gt;Kami sudah tidak pernah lagi bersua ...&lt;br /&gt;Kau bisikan kata yang mengetarkan jiwa ...&lt;br /&gt;Hingga aku tak mampu berkata-kata...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Robb...Lindungilah ia selalu dan berikan kasih sayangMu kepadanya&lt;br /&gt;Hingga masih bisa kulihat senyum tulus diwajahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ia juga seorang ibu bagiku ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-3708479201897254760?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/3708479201897254760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=3708479201897254760' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/3708479201897254760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/3708479201897254760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2010/12/untuk-seorang-perempuan.html' title='Untuk seorang Perempuan'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_hahJG-rzROM/TRmZgjC_AyI/AAAAAAAAAFk/oEBPK2nQ2Zg/s72-c/IMG_3596.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-2173387682286467737</id><published>2010-12-22T06:40:00.000-08:00</published><updated>2010-12-22T19:56:16.883-08:00</updated><title type='text'>Rasaku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hahJG-rzROM/TRLICgeZyLI/AAAAAAAAAEo/P_9mrclgXc4/s1600/DSCN5089.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hahJG-rzROM/TRLICgeZyLI/AAAAAAAAAEo/P_9mrclgXc4/s320/DSCN5089.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5553721235903989938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hahJG-rzROM/TRLEdd9IvVI/AAAAAAAAAEY/imW0QzVuElA/s1600/DSCN5418.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hahJG-rzROM/TRLEdd9IvVI/AAAAAAAAAEY/imW0QzVuElA/s320/DSCN5418.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5553717301037546834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apakah aku sudah kehilangan nalarku ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tanpa berbicara dan bertatap muka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutetap merasakan kehadiranmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ku bukan perempuan yang kuat ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ku bisa melakukan segala hal sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tetap membutuhkanmu untuk berbagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ku cinta mati ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika musim berganti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku tetap saja menanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanti untuk mati dan tak lagi berharap kau kembali&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-2173387682286467737?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/2173387682286467737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=2173387682286467737' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/2173387682286467737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/2173387682286467737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2010/12/rasaku.html' title='Rasaku'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hahJG-rzROM/TRLICgeZyLI/AAAAAAAAAEo/P_9mrclgXc4/s72-c/DSCN5089.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-3547545472585814401</id><published>2010-12-22T06:12:00.000-08:00</published><updated>2010-12-22T19:59:57.811-08:00</updated><title type='text'>in my eyes</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hahJG-rzROM/TRLJNPEtmyI/AAAAAAAAAEw/QS9nNV95N2A/s1600/DSCN5403.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hahJG-rzROM/TRLJNPEtmyI/AAAAAAAAAEw/QS9nNV95N2A/s320/DSCN5403.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5553722519723023138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-3547545472585814401?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/3547545472585814401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=3547545472585814401' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/3547545472585814401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/3547545472585814401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2010/12/in-my-eyes.html' title='in my eyes'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_hahJG-rzROM/TRLJNPEtmyI/AAAAAAAAAEw/QS9nNV95N2A/s72-c/DSCN5403.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-291017250747185917</id><published>2010-12-21T23:24:00.000-08:00</published><updated>2010-12-22T19:49:26.971-08:00</updated><title type='text'>Hari Perempuan atau Hari Ibu ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hahJG-rzROM/TRLGokiAXPI/AAAAAAAAAEg/hUU3Xay9L1U/s1600/RSCN5538.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hahJG-rzROM/TRLGokiAXPI/AAAAAAAAAEg/hUU3Xay9L1U/s320/RSCN5538.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5553719690804616434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya tertarik untuk mempertanyakan tanggal 22 ini apakah kita memperingatinya sebagai hari perempuan atau hari ibu di Indonesia ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari ini, isi timeline twitter saya sudah penuh dengan bahasan dan ungkapan terima kasih kepada ibu karena perannya untuk membimbing dan memberikan kasih sayang yang tulus kepada anak-anaknya,termasuk saya. Meskipun begitu, saya mempertanyakan makna sebenarnya dari Hari Ibu khususnya yang diperingati oleh bangsa Indonesia.  Saya pernah mengikuti kursus feminisme yang diadakan Jurnal Perempuan, yang pada saat itu juga membahas mengenai sejarah pergerakan perempuan di Indonesia. Tergelitik oleh rasa ingin tahu tentang penelusuran sejarah hari Ibu di Indonesia saya coba buka lagi Jurnal Perempuan 52 yang mengangkat topik mengenai "Kami Punya Sejarah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari apa yang saya baca dan pelajari dalam kursus feminisme tersebut, ternyata banyak sekali penyimpangan makna dalam perayaan Hari Ibu yang saat ini dirayakan. Perayaan hari ibu, akhirnya hanya dimaknai sebagai simbol-simbol dan tidak menyentuh pada persoalan perempuan sebenarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Soekarno menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu melalui Dekrit Presiden Nomor 316 Tahun 1969. Tanggal tersebut dipilih untuk mengenang Kongres Perempuan pertama pada 31 tahun sebelumnya, di Yogyakarta pada tahun 1928. Kongres Perempuan I, tersebut merupakan salah satu momentum perjuangan perempuan di Indonesia. Pemimpin organisasi perempuan di seluruh Indonesia berkumpul dan membahas mengenai perjuangan menuntut kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membahas masalah persatuan perempuan, keterlibatan perempuan dalam perjuangan kemerdekaan, keterlibatan perempuan dalam membangun bangsa, perdagangan perempuan dan anak, perbaikan gizi, dan kesehatan ibu dan bayi, pernikahan dini perempuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi awal memperingati Hari Ibu untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan untuk perbaikan kualitas bangsa ini. Kalau mau menilik lagi pada era tersebut, maka perempuan Indonesia sebenarnya sudah melangkah lebih maju sebelum kemerdekaan di raih oleh bangsa ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep kesamaan hak dan penghancuran terhadap mitos perempuan sudah mulai diperjuangkan oleh mereka. Melalui kongres inilah cikal bakal perjuangan perempuan di Indonesia untuk mendapatkan posisinya dalam bidang politik, sosial, budaya dan agama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kini, peran ibu sesuai dengan kodratnya, melahirkan, menyusui dan mengandung yang kemudian menjadi alasan kita mengungkapkan ucapan selamat Hari Ibu. Penggunaan kata Ibu, akhirnya menyempitkan makna dari perjuangan kaum perempuan di ranah publik. Bahkan ada sebagaian perempuan yang beranggapan kalau hari Ibu hanya diperuntukan untuk ibu yang sudah mengandung, melahirkan dan menyusui. Dan justru menjauhkan isu-isu ke-perempuanan dan perjuangan perbaikan hak perempuan. Karena yang ditonjolkan hanya peran - peran perempuan dalam ranah domestik. Perayaan Hari Ibu, akhirnya mengikuti fokus peringatan Mother's Day di sebagian negara Eropa dan Timur Tengah, yang menurun dari kebiasaan memuja Dewi Rhea, istri Dewa Kronos, ibu para dewa dalam mitologi Yunani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebagian negara tersebut, peringatan hari Ibu memiliki perbedaan, di Eropa dan Timur Tengah diperingati setiap bulan Maret, sendangkan di Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya jatuh pada bulan Mei pada hari Minggu kedua, karena pada waktu itu di tahun 1870 aktivis Julia Ward Howe mencanangkan pentingkya perempuan bersatu melawan perang saudara di Amerika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini sama sekali bukan bermaksud mengecilkan peran ibu, namun justru sebaliknya guna mengangkat peran perempuan dalam segala bidang yang bukan hanya berlandaskan peran domestiknya. Karena seperti yang terjadi hari ini, dalam pemberitaan media massa, saya menonton lomba mencuci baju yang dilakukan bapak dan anak dalam rangka peringkatan hari ibu, lomba menyuapi ibu atau promo diskon dalam rangka hari ibu,sebagai ungkapan kasih sayang pada ibu. Tapi tidak melirik isu mengenai angka kematian ibu dan balita, malnutrisi kaum perempuan, rendahnya tingkat literasi perempuan, kasus trafficking, kekerasan terhadap perempuan dan diskriminasi kaum perempuan karena sosial, budaya dan agama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya kita hanya menjadikan momentum itu sebagai simbol yang diperkuat oleh komersialisasi dan penyebaran ide lewat media massa yang lebih senang mengangkat tentang pemberian hadiah bagi ibu atau acara makan-makan yang dilakukan sebagai ungkapan rasa terima kasih bagi seorang ibu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menanyakan juga kepada beberapa teman, siapa tokoh perempuan yang ia kenal ? Muncul nama RA Kartini dan Dewi Sartika, hanya nama-nama inilah yang sering terdengar nama seperti Roehana Koeddoes dan SK Trimurti tidak muncul dalam benak mereka. Karena selama ini kita tidak pernah dikenalkan secara lebih luas mengenai perjuangan perempuan dan tenggelam dalam pengagungan fungsi domestik -nya saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena, itu penting untuk kita memperingati Hari Ibu bukan sekadar menjadikan simbol. Namun menjadikannya, momentum untuk melihat berbagai macam ketimpangan yang terjadi pada perempuan dan itu merupakan PR bersama (baik laki-laki dan perempuan) untuk menuntaskannya sebagai anak-anak yang lahir dari rahim seorang perempuan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-291017250747185917?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/291017250747185917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=291017250747185917' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/291017250747185917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/291017250747185917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2010/12/hari-perempuan-atau-hari-ibu.html' title='Hari Perempuan atau Hari Ibu ?'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hahJG-rzROM/TRLGokiAXPI/AAAAAAAAAEg/hUU3Xay9L1U/s72-c/RSCN5538.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-271458774317975268</id><published>2010-12-14T23:50:00.000-08:00</published><updated>2010-12-15T02:00:05.272-08:00</updated><title type='text'>Jurnalisme Bencana Bencana Jurnalisme</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hahJG-rzROM/TQiQJ8q9JZI/AAAAAAAAADw/E2MNhuTzA64/s1600/Jurnalisme%2BBencana%2Bpic.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 215px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hahJG-rzROM/TQiQJ8q9JZI/AAAAAAAAADw/E2MNhuTzA64/s320/Jurnalisme%2BBencana%2Bpic.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5550845041313654162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///D:%5CDOCUME%7E1%5Csake%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Cambria; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073741899 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:Cambria; 	mso-fareast-font-family:Cambria; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:595.0pt 842.0pt; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}&lt;/style&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Judul : Jurnalisme Bencana Bencana Jurnalisme Kesaksian dari Tanah Bencana &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Pengarang : Ahmad Arif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="SV"&gt;Penerbit :&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) kerjasama dengan Tembi, Tifa dan LSPP &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="SV"&gt;Tahun terbit : April 2010;tebal xxiv +193 halaman &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="SV"&gt;Bencana menjadi sahabat karib bagi 230 juta penduduk Indonesia, mulai dari gempa, letusan gunung berapi, banjir, longsor hingga tsunami. Hal ini dikarenakan letak geografis Indonesia yang berada diantara tiga lempeng tektonik dunia, lempeng hindia, lempeng eurosia dan lempeng pasifik, Sebagian besar wilayah Indonesia termasuk dalam daerah cincin api (&lt;i style=""&gt;rings of fire)&lt;/i&gt; yang merupakan jalur rangkaian gunung api aktif&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di dunia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="SV"&gt;Meski Indonesia kerap kali terjadi bencana alam, namun minim sekali informasi dan pendidikan mengenai pengendalian bencana. Bencana tsunami di Nangroe Banda Aceh (2004) dan gempa di Daerah Istimewa Aceh (2005), yang mengakibatkan ratusan korban jiwa dan harta benda tidak membuat pemerintah dan masyarakat Indonesia waspada dan melakukan penanggulangan bencana. Pendidikan mengenai bencana alam juga diperlukan oleh para jurnalis, dalam melakukan peliputan bencana. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="SV"&gt;Peliputan bencana alam memiliki karakteristik tersendiri yang memerlukan pengetahuan reporter tentang situasi bencana yang terjadi dan pendekatan yang berpatokan pada nilai-nilai empati khususnya pada korban.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pola pemberitaan yang disajikan oleh TVOne dan Metro Tv pada saat terjadi bencana alam yang baru-baru saja terjadi di Wasior (Papua), Mentawai (Sumbar) dan Merapi ( DIY &amp;amp; Jateng), membuat kita terhenyak bagaimana pengetahuan para jurnalis&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengenai bencana alam dan pola pendekatan terhadap korban sangat minim. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="SV"&gt;Bahkan TvOne sempat diusir oleh warga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yogyakarta karena pemberitaannya yang dinilai menyesatkan saat terjadi erupsi Merapi. Disebut-sebut reporter Tv One yang menyebutkan awan panas radiusnya mencapai kota Yogyakarta. Akibat pemberitaan tersebut, warga Yogyakarta panik dan mengakibatkan kekacauan saat evakuasi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dalam jaringan sosial Twitter bahkan ada sejumlah warga yang menempelkan tulisan yang melarang Tv One untuk masuk ke wilayah mereka dan melakukan peneliputan mengenai Merapi. Karena dianggap menyesatkan, dan pola pendekatan terhadap korban bencana Merapi tidak mengedepankan empati kepada korban. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="SV"&gt;Pertanyaan seperti “Gimana perasaan ibu berpindah-pindah tempat pengungsian ?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="SV"&gt;“Gimana perasaan bapak apabila putri bapak tidak ditemukan ?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="SV"&gt;“Gimana perasaan bapak apabila putrid bapak ternyata tewas ?” Selalu menjadi pertanyaan pembuka untuk mengetahui keadaan korban meski dari ekspresi muka, pemirsa sudah mampu merasakan apa yang dirasakan oleh korban. Korban di posisikan lagi menjadi korban di media massa sebagai akibat dari pertanyaan yang menyudutkan. Ketidakmampuan reporter dalam menggali informasi dari korban akhirnya menjadikan bencana baru bagi si korban. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="SV"&gt;Dalam Bencana Jurnalisme, Bencana Jurnalisme, Andi Arif menggambarkan bagaimana posisi wartawan dalam memberitakan bencana saat terjadi bencana Tsunami di Aceh (2004). Dilema yang dirasakan antara ingin membantu korban dengan menuliskan berita (hal.85). Arus besar laporan media pada hari-hari pertama pasca bencana adalah demi melayani kepentingan masyarakat diluar tempat bencana dibandingkan kepentingan korban. Hal ini tidak dapat di pungkuri karena kepentingan berita hanya didasarkan pada laporan yang lengkap, menyentuh dan “laku dijual” sehingga meningkatkan rating dan share media tersebut. Selain itu juga keselamatan dan keamanan wartawan sering kali dinomor dua kan karena tuntutan deadline. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="SV"&gt;Dilema ini dirasakan para wartawan dalam meliput berita bencana karena&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tak jarang, tuntutan peringkat atau oplah membuat editor atau pemilik media kemudian memaksa wartawan membuat liputan eksklusif meski menantang maut (hal.18)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="SV"&gt;Gambaran media yang seperti ini, akhirnya tidak menyelesaikan permasalahan yang terjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di daerah bencana, karena fokus media hanya terletak pada analisa ilmiah kejadian gempa dan tsunami, mereka-reka angka korban, skala kerusakan secara makro dan haru biru korban tapi tidak menyentuh mengenai pendistribusian kebutuhan logistik bagi korban. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="SV"&gt;Bercermin dari bencana Tsunami di Aceh pada tahun 2004 lalu media dinilai gagal untuk mendorong masyarakat untuk lebih waspada pada bencana yang terjadi dan melakukan perubahan.Memang banyak media telah berhasil mengajak khalayaknya untuk berpartisipasi dalam recovery daerah bencana dalam bentuk mengadakan aksi sosialnya namun dalam tidak mengungkap penyaluran dana ke daerah bencana. Kemandulan media-media di Indonesia juga terlihat dalam mengawal penyaluran bantuan dari masyarakat dunia yang jumlahnya mencapai Rp. 80 triliun untuk membangun Aceh pascatsunami. Media memang berperan besar menggugah bantuan ke Aceh, tetapi gagal mengawal penggunaanya(hal. 133). Apakah hal yang sama akan kembali terjadi pada bencana di Wasior, Mentawai dan Merapi ? semua ini berpulang pada media massa dalam melihat fokus berita, seperti yang kita tahu banyak berita yang akhirnya menguap begitu saja, dan terkubur karena munculnya berita-berita baru seperti kasus Gayus dan KPS. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="SV"&gt;Salah satu yang menjadi penyebab media tidak mampu untuk melakukan perubahan adalah lemahnya posisi tawar menawar media karena ketidakmampuan media dalam memperjuangkan posisi wartawan dalam melakukan peliputan di daerah bencana. Gambaran di lapangan di ungkapkan Ahmad Arief , “Di medan bencana saya menemukan retasnya daya dukung bisnis media dalam memperjuangkan kemandirian peliputan para wartawannya,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai salah satu penyebab lemahnya daya tawar media dalam mendorong perubahan. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Dosa itu bernama jurnalisme mendompleng atau yang lebih keren &lt;i style=""&gt;embedded journalism&lt;/i&gt; “(hal.137).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Andi Arif menggunakan istilah embedded journalism untuk menggambarkan wartawan yang menembeng pihak lain baik itu tentara, organisasi non pemerintah, maupun pemerintah yang berwenang dalam melakukan peliputan didaerah bencana. Banyak kritik yang diajukan pada jurnalisme nebeng dalam peliputan perang namun masih sangat sedikit yang mengkritik &lt;i style=""&gt;embedded journalism&lt;/i&gt; atau jurnalisme menebeng yang dilakukan media saat melakukan peliputan bencana ataupun saat rekonstruksi pasca bencana. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Posisi sebagai wartawan dalam meliput bencana menyebabkan sulitnya wartawan untuk bersikap kritis dalam menuliskan beritanya. Seperti yang diungkapkan Ahmad Arief, “Bagaimana bisa wartawan penebeng mengkritik lembaga yang telah membiayai perjalananya, memberinya tumpangan tidur, bahkan juga sarapan, makan siang, hingga makan malam ? Beberapa lembaga pengundang bahkan memberikan uang saku.(hal.139)”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Selain itu Ahmad Arif juga mengkritik media yang sering kali mencecar pertanyaan yang hanya terfokus pada perasaan korban dan tidak mengindahkan rasa empati pada korban.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pemirsa seolah-olah sedang menyaksikan reality show yang mengharu biru karena sajian airmata di layar kaca . Tayangan televisi yang detik demi detik menyampaikan secara &lt;i style=""&gt;live on the spot&lt;/i&gt; terkadang tanpa proses penyensoran dan dengan vulgar menampilkan gelimpangan jenazah korban bencana alam. Korban menjadi korban media yang haus akan berita yang paling tragis untuk disajikan kepada pemirsanya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ahmad Arif mengutip yang dikatakan Susan D. Moeller dalam Compassion Fatigue, 1999, yang mengatakan masyarakat saat ini jatuh pada sindrom compassion fatigue, bebal dan tak acuh terhadap berita bencana. Mereka tak lagi bersentuhan pada berita-berita tentang bencana. Ketika berita –berita menyedihkan itu terlalu sering dijejalkan ke mereka dengan vulgar, pada akhirnya masyarakat akan kehilangan kepeduliaan terhadap pemberitaan manusia di belahan dunia lain (hal. 140 -141). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Media massa merupakan cerminan dari berbagai macam kejadian di dunia namun apakah gambaran ini hanya mengacu pada perolehan rating dan perolehan belaka ? menjadi pertanyaan besar yang perlu dijawab oleh media. Dengan mudah media menggambarkan korban dan mencari korban baru untuk dieksplotasi karena dinilai seksi dan menarik untuk dijadikan objek. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Dalam bukunya Ahmad Arif juga mengungkapkan pola-pola pendekatan yang ia lakukan saat melakukan peliputan di NAD pasca terjadi tsunami. Salah satu korban tsunami, Nurleli pada awalnya menolak untuk di wawancarai karena letih di jadikan obyek berita. Dari pengalaman mewawancarai Nurleli, Ahmad Arif menyadari korban bencana bisa menjadi korban media jika wartawan di lapangan kehilangan rasa hormat kepada para narasumber dan hanya menganggap sebagai obyek peliputan (hal.144). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Penulis juga memaparkan banyaknya rekan seprofesinya yang berallih profesi menjadi pegawai di berbagai lembaga donor saat rekonstruksi Aceh demi peningkatan kesejahteraan. Yang sulit saya terima adalah bahwa sebagian besar wartawan yang bekerja BRR atau organisasi nonpemerintah ini juga masih mempertahankan statusnya sebagai wartawan. Sebagian bahkan masih menulis berita (hal.151) . Wartawan yang merangkap menjadi pekerja donor dapat menyebabkan berita yang ia tuliskan menjadi bias, hal ini yang menjadi keprihatinan Andi terhadap rekan-rekannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Bencana alam yang terjadi membuat media juga tergerak untuk mengalang dana bantuan dan menyalurkan ke korban. Seperti yang dilakukan Metro TV pada saaat bencana Tsunami Aceh dengan program Indonesia Menangis, hal serupa kini dilakukan juga oleh beberapa stasiun televisi seperti Tv One yang dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia mewawancarai secara langsung penyumbang dan menyematkan pin sebagai tanda terima kasih Tv One kepada penyumbang. Mengutip Masduki seorang praktisi media yang juga dosen Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, media memanfaatkan kredibilitasnya di benak khalayak untuk menjalankan peran sebagai distributor bantuan ( ini juga kesempatan bagi media memberitakan perannya mendistribusikan bantuan justruu di medianya sendiri), penyedia ruang iklan dukacita dan ruang bagi data korban penerima bantuan (hal. 154). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Ahmad Arief juga mencermati tumbuhnya media-media komunitas, sebagai akibat dari sempitnya informasi yang didapatkan korban. Jurnalisme warga atau citizen journalism menjadi jembatan bagi khalayak untuk mengetahui informasi tanpa batasan, media komunitas banyak tumbuh di dunia maya. “Jurnalisme partisipasif menghapus batas antara pihak yang terkena dampak dengan yang meliput berita,” Tim Porter dalam buku George D. Haddow dan Kim S. Haddow. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="SV"&gt;“Dalam dunia digital dan komunikasi dua arah, kita semua adalah reporter” (hal. 160).&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="SV"&gt;Tidak saja mengungkapkan mengenai kesan yang ia dapatkan dalam meliput bencana pasca tsunami Aceh, Ahmad Arief juga memberikan bekal bagi wartawan untuk terjun ke dalam situasi terburuk ( hal. 163 -170 ) . Seperti pentingnya wartawan untuk memiliki pemahaman mengenai lingkungan sekitar. Memiliki respons yang cepat ketika terjadi bencana dan sebelum terjadi bencana dengan memberikan pelatihan khusus bagi wartawan. Bagaimana wartawan mempersiapkan dirinya sebelum menuju tempat bencana, hal ini guna memudahkan wartawan menuju daerah bencana yang aksesnya terputus atau sulit untuk ditempuh.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Membatasi diri menjadi penting bagi wartawan, karena sering kali menghiraukan keselamatan dirinya demi sebuah berita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan tidak menyadari trauma yang bisa saja ia alami sebagai akibat ketegangan saat meliput daerah bencana. Bagaimana melakukan rotasi, meliput korban dan menampilkan korban agar tidak menimbulkan trauma dan bagaimana media mengawali rekonstruksi di daerah bencana agar tidak menjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“bencana kedua”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="SV"&gt;Buku ini menarik untuk dijadikan referensi bagi dosen ilmu komunikasi dan mahasiswa konsentrasi jurnalistik karena memberikan pemaparan yang cukup mengenai kiprah wartawan dalam meliput bencana. Buku ini juga membuka wacana kita dalam melihat bencana di tampilkan dalam media, apakah media sudah benar-benar berpihak bagi kepentingan korban atau hanya bersandar pada kepentingan rating semata. Diharapkan dengan membaca buku ini, kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan lebih mengenal dan mewaspadai bencana yang kerap terjadi di Indonesia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dan yang terpenting menjadikan jurnalisme bencana menjadi penggerak perubahan dalam mempersiapkan masyarakat menghadapi bencana dan tidak menjadikan berita menjadi ‘bencana’ baru hanya karena rating semata.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-271458774317975268?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/271458774317975268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=271458774317975268' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/271458774317975268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/271458774317975268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2010/12/jurnalisme-bencana-bencana-jurnalisme.html' title='Jurnalisme Bencana Bencana Jurnalisme'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hahJG-rzROM/TQiQJ8q9JZI/AAAAAAAAADw/E2MNhuTzA64/s72-c/Jurnalisme%2BBencana%2Bpic.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-713744895245570353</id><published>2010-04-18T03:27:00.001-07:00</published><updated>2010-04-18T03:28:26.876-07:00</updated><title type='text'>Bahagia mencintaimu</title><content type='html'>&lt;h2&gt;Aku bahagia mencintaimu&lt;/h2&gt;          &lt;p&gt;sebuah ketulusan tak pernah bisa terungkap…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;hanya bisa terasa oleh  jiwa yang peka…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tuk melihat, mendengar dan merasakannya…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ketulusan hati tak akan hadir dalam keterpaksaan jiwa…&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;keharusan tuk  tersenyum, tertawa dan merasa hanya akan menjadi tertawaan hati&lt;/p&gt;&lt;p&gt;  mengerti makna kejujuran dan kepalsuan…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dan ketulusan itu ada saat aku mencintai dirimu….&lt;br /&gt;tertawa bahagia meski dirimu tak tergapai mata…&lt;br /&gt;tetap tersenyum dan berdendang dalam hati meski rintangan membelenggu  kejujuran jiwa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;sebuah makna ketulusan hanya ada di hatiku tuk mencintaimu&lt;br /&gt;berjalan beriringan dengan keikhlasan dalam memaknai kehidupan&lt;br /&gt;aku bahagia mencintaimu !!!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-713744895245570353?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/713744895245570353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=713744895245570353' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/713744895245570353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/713744895245570353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2010/04/bahagia-mencintaimu.html' title='Bahagia mencintaimu'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-5325504333454613144</id><published>2010-04-12T23:05:00.001-07:00</published><updated>2010-12-22T20:27:30.095-08:00</updated><title type='text'>Belajar Berkata T-I-D-A-k</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hahJG-rzROM/TRLPjDcKjRI/AAAAAAAAAFI/_hMIjFFzN7I/s1600/DSCN5093.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hahJG-rzROM/TRLPjDcKjRI/AAAAAAAAAFI/_hMIjFFzN7I/s320/DSCN5093.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5553729491627052306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hahJG-rzROM/TRLN12TPyaI/AAAAAAAAAFA/Q9jchLrJaFQ/s1600/DSCN5210.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hahJG-rzROM/TRLN12TPyaI/AAAAAAAAAFA/Q9jchLrJaFQ/s320/DSCN5210.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5553727615494244770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku perempuan, yang saat ini sedang menjalani les privat pada kehidupan untuk bisa berkata. Kata yang buat perempuan seperti aku susah sekali kukatakan entah mengapa kata itu kuanggap tabu dan jarang sekali kukatakan . mulut ini terasa terkunci untuk berkata “Tidak “, apakah dulu memang ayah ibuku lupa mengajarkan kata Tidak, atau dalam pelajaran Bahasa Indonesia aku lebih suka membaca “Budi dan Wati ke sekolah ” dibandingkan dengan “Budi dan Wati Tidak ke Sekolah”. Kata “Tidak” menjadi kata yang bersinonim dengan hal yang berbau negatif di benakku berkata Iya atau terdiam lebih mudah kulakukan dengan maksud untuk membuat orang lain senang dan tidak membuat mereka kecewa meski dalam hatiku ingin sekali berkata tidak. Aku tidak suka, aku tidak mau, aku tidak nyaman, aku tidak ingin hati ini kecewa, aku tidak punya waktu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di usiaku yang sudah lebih dari ¼ abad, ku tetap belajar bagaimana saya berkata Tidak. Banyak kejadian menjadi bencana buat diriku sendiri karena tidak mampu berkata “Tidak” atau menempatkan kata “Tidak” dengan tepat bukan karena perasaan yang tidak enak.&lt;br /&gt;Dalam hidupku, bencana itu datang hanya karena tidak bisa berkata “TIDAK”. Aku tidak bisa berkata “Tidak” saat kedua orang tuaku menyuruhku untuk masuk ke sekolah sekretaris karena menurut mereka seorang perempuan lebih mudah berkarier untuk menjadi seorang Sekretaris, hal ini juga diperkuat dengan kebiasaan turun menurun di keluargaku yang memasukan anak perempuan mereka ke akademi sekretaris yang isinya perempuan semua. Senyuman orangtua dan keluarga menjadi hiasan yang menyembunyikan jerit hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun tidak bisa berkata “Tidak”, saat keluargaku menolak lelaki yang ingin melamarku atas dasar cinta. Aku hanya bisa menangis dan akhirnya tertunduk atas keinginan keluarga besar yang seolah-olah menyerangku dengan ajimat-ajimat sakti hingga ku tak bisa melawan. Dan lagi-lagi, nilai kebanggaan menjadi milik oranglain, sementara aku semakin terpedaya karena kata –kata perlawananku nyaris tidak terdengar. Sekali lagi kata “Tidak” terbungkam dan aku tidak memiliki hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun tidak bisa berkata “Tidak”, saat laki-laki yang ku cintai ingin bercinta denganku. Aku ingin berkata “Tidak”, tapi ketika ku katakan tidak bisa, ia menuduhku “Ah…bohong …kamu jangan beralasan…” . Rasa kehilangan akan cintanya begitu besar hingga akupun menunduk dan patuh titahnya meski perih terasa. Ketika suatu pagi, kurasakan suatu yang berbeda dalam tubuhku…akupun mengirim sms kepada lelaki yang berbadan tegap itu, Hold Me Please… dan sesaat kemudian ada SMS dari “Bumpy” begitu aku biasa memanggilnya dan berkata “ Tidak bisa, nanti ada yang tersakiti …” . Aku terdiam, mudah sekali ia berkata “Tidak”, lupakah ia bagaimana saat mendekapku dan memberi hangat dalam diriku. Aku lalu membalasnya sms nya “Siapa?” singkat. Lalu dengan singkat pula ia menjawab “Kekasihku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat darah segar mengalir di kedua selangkaku di hari yang cerah. Aku tetap bungkam tak beraksi.Aku tak mampu menghentikannya. Darah segar itu tidak hanya sekali atau dua kali, membuatku tertegun saat membuka pakaian dalamku di toilet mewah kantorku. Semuanya seolah-olah beraksi bahwa inilah yang harus kujalani, bahkan bunyi tokekpun mengaminnya. Aku tak jua menjawab pertanyaan dalam diriku dan tubuhku, apakah ini yang ingin dijalani ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua suara berbunyi bising bagai suara jalanan Jakarta di siang hari. Samar dan tidak lagi bisa kudengar suaraku sendiri untuk berkata “Tidak”. Aku berusaha keras untuk bisa berkata dan mendengarkan diriku sendiri. Terlalu banyak orang kukasihani hingga aku lupa mengasihani diriku sendiri. Tatapan mata dan ucapan manis membunuhku perlahan karena membuat mulutku semakin terkunci untuk kata “Tidak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah aku ditakdirkan untuk tidak bisa berkata T-I-D-A-K ??? Berapa banyak lagi ku menyakiti diriku sendiri karena hanya bungkam dan menangguk pelan? Atau aku sudah addict dengan rasa sakit yang ku timbulkan sendiri ? Hingga rasa sakit menjadi pertanda aku hidup …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya, ambilah hidup saya…. Iya, ambilah jiwa saya... Iya, ambillah tubuh saya… Iya, ambilah semua barang yang saya miliki… Iya, saya akan pikirkan…. Iya, ambil pikiran saya… Iya, akan kulakukan yang kau mau… Iya, saya mau....ya…ya…ya….ya…&lt;br /&gt;“Tidak” seolah menjadi kata tabu yang perlu dihindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu cintaku kembali menyapaku, lelaki itu datang dengan harapan yang tak pernah ku lupa. Kata “TIDAK” menjadi terlupa meski percakapan mengenai dia, di suatu sore telah melabelkan kata “TIDAK” di jidatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia ingin menyentuhku lagi. Aku hanya tertawa membaca pesan singkatnya, disuatu malam. Dengan bahasa yang tak kukenali, ia mencoba meraih rasa dalam diriku. Hingga ia memanggilku dengan ungkapan sayang. Mungkin ia berharap aku terlena dengan panggilan itu. Aku tak pernah suka dipanggil dengan sebutan itu karena aku punya nama, bagiku nama panggilan tersebut hanya berlaku kalau seseorang lupa atau tak tahu nama orang yang ia ajak bicara .&lt;br /&gt;“Jangan memanggilku dengan panggilan itu,” jawabku singkat dalam sms. Tak lama kemudian ia menjawab, cuma kamu yang menolak kupanggil seperti itu, semua teman dan orang dikantorku asyik-asyik aja tuh…&lt;br /&gt;Tatapan mata dan senyumannya terlintas dalam benak, dan dengan segera ku balas pesan singkatnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak suka dan karena aku bukanlah konstruksi yang bisa kau bentuk…&lt;br /&gt;Sent&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal dan akan berlangsung lagi, aku menggunakan kata “Tidak”. &lt;br /&gt;Membuat konstruksi atas diri, tubuh, jiwaku sendiri bukan untuk mu dan seorangpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Untuk seseorang yang selalu bilang Iya )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-5325504333454613144?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/5325504333454613144/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=5325504333454613144' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/5325504333454613144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/5325504333454613144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2010/04/belajar-berkata-t-i-d-k.html' title='Belajar Berkata T-I-D-A-k'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hahJG-rzROM/TRLPjDcKjRI/AAAAAAAAAFI/_hMIjFFzN7I/s72-c/DSCN5093.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-4256724521300601589</id><published>2010-04-12T23:03:00.000-07:00</published><updated>2010-04-12T23:04:00.346-07:00</updated><title type='text'>Kehilangan</title><content type='html'>Pernahkah kau merasa kehilangan ? Kehilangan hingga tak bisa berkata-kata, kehilangan hingga tak bisa menangis, kehilangan hingga muncul rasa hampa, kehilangan hingga kau berteriak seperti anjing melolong ditengah malam gelap, kehilangan hingga kelu seluruh tubuh, kehilangan hingga hanya ada tatapan nanar, kehilangan hingga tak lagi terdengar suara di daun telingga, kehilangan yang dalam lebih dari seorang Bella Swan ketika ditinggal Edward Cullen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah, ada yang hilang meski kita menjaga dengan baik-baik dan tidak pernah menempatkannya ditempat yang salah ? Pernahkah, Kau justru menjadi tersangka utama atas kehilangan itu, meski bukan kau yang bersalah ? Pernahkah kau memakan semua makanan yang terlezat didunia hanya untuk menggantikan rasa kehilangan itu? Pernahkah kau merasa indentitasmu hilang meski KTP masih tersimpan di dompet ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku perempuan yang pernah merasakan kehilangan itu hingga saat ini.Kehilangan disaat yang tidak diduga dan terjadi ditempat yang paling aman, diwaktu ketika orang-orang masih banyak berkumpul di halaman muka rumahnya, dan saat hati sedang berbunga-bunga. Hingga ku tak menyadari sebuah bahaya mengintai diriku dan siap membuat darahku membeku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa aman itu bisa menjadi momok buat diriku, karena bisa menjadi ancaman yang luar biasa berbahaya. Lebih dari BISA ular terganas di dunia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadiannya begitu cepat,secepat kilat seolah ia sudah tahu titik lemahkku. Sekelebat mata ia berjalan dimukaku dan dalam hitungan detik semua duniaku menjadi gelap. Sesuatu telah terenggut dariku hingga membuatku melolong karena sebuah kehilangan yang amat sangat.Tawa yang menyeringai dimukanya, seolah petanda kemenangan untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air muka kemarahan menjadikan aku berlari dan berusaha mengejar pencuri itu. Aku berhasil memukulnya namun rasa kehilanganku tak bisa terhapus dengan ungkapan kemarahan itu. Pencuri tak beradab itu lari tunggang langgang dan meninggalkan kesan kalau aku tak berkuasa atas diriku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menjadi korban pelecehan seksual yang berjarak 40 meter dari rumahku, disaat bulan Ramadhan, Jam 7 Malam, dengan menggunakan baju baseball lengan panjang dan berjalan sambil menjinjing dua kantong plastik kebutuhan pokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teriakan di malam suci itu, menjadi sayatan dalam hati dan tubuhku. Bukan keibaan yang kubutuhkan malam itu, tapi penyembuh rasa kehilangan. Bukan kalimat penghibur yang bernada "Sudahlah, itukan biasa ..." BIASA ????? tanyaku lantang… berapa jiwa yang mati terbunuh meski napasnya masih berhembus karena apa yang terjadi dianggap BIASA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika ku menceritakan detail kejadian, aku merasa sebuah rongga besar mengangga di jiwaku dan tubuhku. Rasa yang tak pernah ingin aku ingat seumur hidupku. Rasa kehilangan bagian terdekat diriku. Tatapan mata dan setiap pertanyaan yang diajukan kepadaku membuatku sebagai tersangka yang patut dihukum gantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan salahku untuk beraktifitas, bukan salahku menggunakan baju yang kuinginkan, bukan salahku untuk berjalan seorang diri, bukan salahku untuk merasa tubuhku adalah miliku dan tak seorangpun berhak untuk menyentuh, merasakan dan merenggutnya dariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kehilangan hingga beku dan kelu saat seorang laki-laki menyentuhku dengan alasan tak mampu mengendalikan hawa nafsunya. Dan akulah tersangka utamanya ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-4256724521300601589?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/4256724521300601589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=4256724521300601589' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/4256724521300601589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/4256724521300601589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2010/04/kehilangan.html' title='Kehilangan'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-3953509986628394481</id><published>2009-08-18T19:32:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T19:34:31.855-07:00</updated><title type='text'>Potret Sinetron Remaja</title><content type='html'>Pointers berdasarkan  temuan penelitian ‘Kekerasan, Seks, Mistik dan Moralitas dalam Sinetron Remaja Indonesia’ oleh tim Peneliti Dosen Fikom UPDM(B), disajikan dalam Diskusi Ilmiah “Selamatkan Masa Depan Anak Indonesia dengan Tayangan Televisi yang lebih bermutu, Kamis 23 Juli 2009 di Kampus Moestopo, Hang Lekir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Seluruh sinetron yang diteliti baik serial maupun lepas, total jam tayang/hari : 249 jam, rata-rata jam menonton televisi : 2,7 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  2. Dari penelitian ini terungkap banyak dimensi kekerasan dalam sinetron yang luput dari perhatian awam. Misalnya, pelaku kekerasan rupanya sebagian besar ada  pada kelompok usia yang dini atau remaja. Bahkan, sebagian kecil juga ditemukan pada anak-anak. Ini jelas gejala yang patut memperoleh perhatian bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  3. Kekerasan yang paling banyak terjadi adalah kekerasan psikologis . Umumnya kekerasan yang terjadi dilakukan berdasarkan faktor kesengajaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  4. Secara gender, tokoh perempuan adalah yang paling banyak melakukan kekerasan dibanding laki laki. Korban dalam sinetron serial dan sinetron lepas yang diteliti lebih banyak tokoh perempuan. Yang paling banyak menunjukkan ekspresi kekerasan adalah tokoh perempuan, dengan bentuk ekspresi kekerasan yang paling dominan adalah verbal, walaupun tidak terlalu jauh berbeda dengan ekspresi kekerasan non verbal. Hal ini menunjukkan adanya kekerasan yang dilakukan oleh perempuan terhadap perempuan lainnya.  Tokoh laki laki lebih banyak melakukan kekerasan bersifat fisik, sementara perempuan lebih banyak melakukan kekerasan psikologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  5. Dilihat dari faktor usia, pelaku kekerasan lebih didominasi oleh remaja. Demikian pula korbannya. Sehingga mengindikasikan bahwa terdapat kekerasan yang dilakukan oleh remaja terhadap remaja lainnya. Dapat dikatakan bahwa muatan sinetron remaja 2008 yang diteliti tidak terlalu ramah bagi khalayak remaja kita. Muatan kekerasan cukup banyak mendominasi muatan cerita, ditambah dengan seks dan mistik. Ini adalah muatan-muatan yang disebut sebagai ”antisosial”. banyak kekerasan yang diteliti dalam sinetron remaja 2008 ber-setting keluarga; yakni dilakukan di lingkungan rumah. Ini berpotensi untuk menjadikan kekerasan sebagai sesuatu yang lumrah dilakukan dalam lingkungan keluarga (baik kekerasan psikologis atapun fisik). Hal ini berpotensi untuk “mengalamiahkan” terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  6. Karena sinetron yang diteliti banyak yang menampilkan kisah dari mulai pemerannya masih kanak-kanak hingga remaja, banyak pelaku kekerasan adalah anak-anak. Dalam hal ini anak-anak melakukan bentuk kekerasan yang sama seperti orang dewasa. Melalui temuan ini tampak bahwa anak menjadi seperti miniatur orang dewasa dalam melakukan kekerasan. Demikian pula perilaku yang terkait dengan seks pun banyak dilakukan oleh para pemeran anak-anak ini. Anak-anak dalam sinetron remaja terlihat cukup “matang” dalam hal pemahaman mengenai hubungan pria-wanita. Dalam usia yang masih kecil, anak-anak ini terlihat merasa “harus” memiliki pacar atau pasangan. Segala hal yang terkait dengan permasalahan orang dewasa, semacam intrik, cemburu, dan sebagainya dialami oleh anak-anak ini. Jadi, anak-anak dalam sinetron remaja ini tampaknya masuk ke alam kehidupan orang dewasa, karena permasalahan yang mereka hadapi tidak lagi khas anak-anak tetapi permasalahan di dunia remaja atau bahkan dewasa. Gaya pacaran kaum muda yang ditampilkan secara berlebihan dalam sinetron yang diteliti berpotensi menimbulkan pengaruh hingga ke tahap perilaku. Studi yang ada menunjukkan bahwa remaja merasa isi tayangan televisi yang terkait dengan seks adalah realistis dan ada korelasi antara jumlah tontonan program yang bermuatan yang seks dengan aktivitas seks yang dilakukan (Greenberg, Brown &amp;amp; Buerkel-Rothfuss, 1993: 5-18).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  7. Temuan lain yang perlu dicatat adalah mengenai gambaran  guru dan sekolah yang ditampilkan. Umumnya tokoh guru digambarkan sebagai tidak berwibawa, kadang karikatural, dilecehkan, bersikap galak sekali, dan tidak bijaksana. Ini tentu saja berpotensi menimbulkan masalah, karena dapat membentuk persepsi di benak khayalak muda tentang gambaran seorang guru. Kita tahu bahwa guru adalah tokoh yang penting dalam proses sosialisasi seorang anak. Jika anak terterpa gambaran yang demikian, maka bisa jadi potret tentang guru itulah yang melekat di benak anak. Dalam sinetron yang diteliti, sekolah ditampilkan hanya menjadi setting tempat melakukan kekerasan dan pacaran. Sinetron menampilkan sekolah bukan dalam fungsi yang seharusnya, yakni tempat belajar.  Sekolah yang ditampilkan pun umumnya adalah sekolah untuk kelas sosial menengah ke atas. Umumnya anak atau remaja yang bersekolah adalah mereka yang datang dari kalangan berada: ke sekolah diantar kendaraan pribadi, ada sopir yang melayani, atau anak-anak tersebut membawa kendaraan sendiri (mobil atau motor). Temuan lainnya adalah cukup seringnya ditampilkan perilaku bullying di sekolah. Ini berkaitan dengan setting sekolah yang banyak ditampilkan dalam kisah sinetron yang diteliti. Karena mengambil setting sekolah,ditemukan kekerasan pun banyak dilakukan di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Ada adegan bukan kekerasan, seks atau mistik yang tetap dipilah sebagai adegan tidak sesuai moralitas seperti pemakaian seragam sekolah yang tidak pantas (rok yang sangat pendek pada pemeran perempuan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Di luar itu, ada juga adegan sesuai moralitas yang membuktikan bahwa sinetron remaja tetap memiliki nilai positif. Misalnya membela teman, menghormati orang tua dengan mencium tangan, dan berdoa bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Kepentingan kapitalisme yang terdeteksi melalui pendewaan rating televisi masih ditemukan sebagai ideologi yang dijadikan landasan di dalam menciptakan mekanisme pembuatan sinetron.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-3953509986628394481?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/3953509986628394481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=3953509986628394481' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/3953509986628394481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/3953509986628394481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2009/08/potret-sinetron-remaja.html' title='Potret Sinetron Remaja'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-8799435126303243596</id><published>2009-06-21T08:13:00.000-07:00</published><updated>2009-06-21T08:14:59.336-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}"&gt;Life is choices and we live to choose which is best for us with all the consequences. We all made mistakes, but the most important thing is to keep learning every time every where. May God bless you always, and give you chances to be a better daughter, a loving wife (wanna be) and a great mother (wanna be)... Be brave and be wise, even though it's hard to be done :)&lt;/h3&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-8799435126303243596?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/8799435126303243596/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=8799435126303243596' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/8799435126303243596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/8799435126303243596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2009/06/life-is-choices-and-we-live-to-choose.html' title=''/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-3097555449920491926</id><published>2009-06-21T07:33:00.000-07:00</published><updated>2009-06-21T07:34:29.783-07:00</updated><title type='text'>Cerdas Bersama Televisi Kita !!!</title><content type='html'>CERDAS BERSAMA TELEVISI KITA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai salah satu sumber informasi dan hiburan televisi memegang peranan penting bagi kehidupan masyarakat dewasa ini . Aktivitas menonton TV menjadi sebuah kebutuhan yang akhirnya bisa memangkas waktu interaksi dengan keluarga.  Hal ini terjadi karena bagi kalangan menengah keatas, keberadaan televisi tidak saja berada di ruang keluarga tapi berada di setiap ruangan di rumah, yang akhirnya justru membuat sekat-sekat dalam keluarga.&lt;br /&gt;Pengawasan terhadap tayangan yang di tonton oleh anak-anakpun akhirnya menjadi kurang. TV yang harusnya dapat memberikan sarana edukasi yang baik bagi anak-anak saat ini masih banyak menimbulkan dampak negatif. Televisi memiliki kontribusi terhadap gaya hidup tidak sehat, konsumtif dan perilaku kurang bermoral, jika pengawasan dari orang tua terbatas. Selain itu juga, berdasarkan penelitia Yayasan Pengembangan Media Anak  (YPMA) tahun 2006, menunjukkan bahwa jumlah jam menonton TV pada anak-anak usia sekolah dasar berkisar antara 30-35 jam seminggu, ditambah dengan sekitar waktu 10 jam untuk bermain PS/video game. Jika dibandingkan dengan waktu belajar anak dan remaja yang hanya 750 jam dalam setahun, waktu menonton televisi mereka jauh lebih besar sekitar lebih dari 1500 jam pertahun.&lt;br /&gt;Oleh karena itu peranan orang tua dalam memberikan arahan dan edukasi menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Guna mengeliminir dampak negatif dari sebuah tayangan televisi. Sikap kritis dan mengurangi jam menonton televisi bagi anak-anak merupakan salah satu cara yang efektif .&lt;br /&gt;Cerdas dalam memilih program tayangan dan memberikan masukan kepada lembaga penyiaran dan stasiun televisi dapat dilakukan guna memberikan tayangan yang tidak saja memberikan hiburan tapi juga sarana edukatif bagi anak-anak.&lt;br /&gt;Hari Tanpa TV adalah wujud nyata dari kesadaran akan pentingnya bermedia secara cerdas dan kritis pada seluruh lapisan masyarakat, terutama pada keluarga-keluarga yang memiliki anak usia pra sekolah dan sekolah dasar. Melalui Hari Tanpa TV, masyarakat dan keluarga diharapkan mampu lebih kritis dan semakin cerdas dalam menyaksikan tayangan televisi, dengan cara mengurungi jumlah jam menonton televisi dan pemilihan acara yang aman dan sehat.&lt;br /&gt;Hari Tanpa TV  yang sudah berlangsung sejak tahun 2006 ini , merupakan sebuah aksi penyadaran yang diharapkan dapat memberikan sikap kritis dan memberikan alternatif pola pembelajaran bagi anak-anak. Sekaligus mendorong industri pertelevisian Indonesia untuk tumbuh dan berkembang secara kualitas produksi dan isi tayangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dukung HARI TANPA TV 2009 , 26 JULI 2009  dengan Mematikan Telivisi Anda!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-3097555449920491926?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/3097555449920491926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=3097555449920491926' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/3097555449920491926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/3097555449920491926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2009/06/cerdas-bersama-televisi-kita.html' title='Cerdas Bersama Televisi Kita !!!'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-1238885362696233232</id><published>2009-06-16T07:17:00.000-07:00</published><updated>2009-06-16T07:19:03.867-07:00</updated><title type='text'>Indahmu</title><content type='html'>Imaji itu terus menari-nari di benak&lt;br /&gt;Bagai lukisan yang tercipta&lt;br /&gt;Dari tangan sang artist&lt;br /&gt;Jiwa ini terpuaskan&lt;br /&gt;Indahmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mampu membuat ku&lt;br /&gt;Melayang meski tanpa sayap&lt;br /&gt;Jiwa ini terbuaikan &lt;br /&gt;Tercurahkan dalam binar mata&lt;br /&gt;Senyum simpul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkap garis-garis nyata dirimu&lt;br /&gt;Tanpa sebuah ratap&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-1238885362696233232?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/1238885362696233232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=1238885362696233232' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/1238885362696233232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/1238885362696233232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2009/06/indahmu.html' title='Indahmu'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-1681558189590216021</id><published>2009-06-11T05:11:00.000-07:00</published><updated>2009-06-11T05:29:09.117-07:00</updated><title type='text'>Ku tak Berarti Tanpa Tas</title><content type='html'>anpa tas, aku tak berarti …&lt;br /&gt;Perempuan dan tas memang tak bisa dipisahkan, itu sudah menjadi bagian dari aksesories tersendiri. Berbagai merk tas juga menjadi sebuah symbol status bagi pemakainya. Menurut sejarahnya tas baru dikenal penggunaanya setelah perang Dunia Kedua. Bahan yang digunakanpun bermacam-macam mulai dari kulit, kain, vinyl, kulit sintetis sampai kertas seperti yang dibuat dizaman Dinasti Tang menjadi pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan akan tas pun saat ini bermacam-macam, dari sekadar untuk gaya, tempat menyimpan uang dan hp, penyimpan buku atau hanya sekedar menunjukkan status sosial tertentu dengan menggunakan tas bermerk menjadi pilihan masing-masing individu.&lt;br /&gt;Aku memang tak bisa lepas dari tas, tapi bukan karena pingin terlihat trendy, berdandan masa kini atau ingin dilihat status tertentu. Tapi tas merupakan “Loker berjalan bagiku”. Setiap beraktifitas kadang dua buah tas aku bawa, tas pertama, berupa tas rannsel berisi peralatan kerja dan tas sandang(tas kain ) berisi buku, tempat air, kadang sepatu atau sandal, bahkan kalau lagi memang bawaanya banyak bisa tiga tas aku bawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin rasanya menjadikan barang-barang yang aku bawa dalam satu tas, tapi rasanya menjadi repot apalagi saat mencari barang. Makanya kadang didalam tas, masih ada tas-tas kecil lainnya yang berisi alat tulis, make up dan handphone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena terbiasa membawa tas dalam jumlah banyak aku dijuluki “miss gembol” . Bahkan saking melekatnya julukan itu, ada seorang teman melihatku aneh karena  aku hanya membawa sebuah tas kecil, saat jalan di sebuah mall. Sampai -sampai dia melihat ke arah punggungku saking tidak percayanya. Katanya,  “Ajeng tanpa gembolan bukanlah Ajeng”... celoteh itu juga yang kudapati saat menghadiri resepsi perkawinan salah satu sahabat, yang dengan santainya aku membawa "loker berjalan"  ke dalam ruangan resepsi… hingga salah satu sahabatku bertanya “ Mau resepsi, mau ke Mall kalau gak bawa gembolan mang kurang lengkap ya Jeng ?”  …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah itu telah menjadi kebiasaan atau kebutuhan akhirnya akupun merasa ada yang kurang lengkap kalau cuma bawa tas kecil atau hanya membawa satu tas saat bepergian. Kadang aku perlu mericek kembali apa yang aku bawa, saat menggunakan satu tas kecil, karena jangan-jangan ada yang ketinggalan karena tasnya kecil . Membawa 2-3 tas sekaligus membawa kenyamanan bagiku… dan kalau hanya membawa tas kecil seolah separuh napasku hilang dengan tidak terbawanya satu tas lainnya…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-1681558189590216021?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/1681558189590216021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=1681558189590216021' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/1681558189590216021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/1681558189590216021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2009/06/ku-tak-berarti-tanpa-tas.html' title='Ku tak Berarti Tanpa Tas'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-2304492105388619204</id><published>2009-06-06T21:39:00.000-07:00</published><updated>2009-06-06T21:44:50.949-07:00</updated><title type='text'>Atas Nama Kasih Sayang</title><content type='html'>Aku Trauma dengan kata atas nama rasa Kasih sayang…&lt;br /&gt;Karena dengan atas nama rasa sayang itu membebaskan dan membelenggu diri.&lt;br /&gt;Karena atas nama rasa Kasih sayang itu, tidak membuat diri menjadi diri sendiri yang memiliki kebebasan untuk berpikir dan bertindak&lt;br /&gt;Karena atas nama rasa Kasih sayang itu, memenjarakan hasrat dan mengunci rapat –rapat nurani&lt;br /&gt;Karena atas nama rasa Kasih sayang itu, justru membuatku tak tahu apa artinya rasa&lt;br /&gt;Karena atas nama rasa Kasih  sayang itu, hanya bentuk egosime untuk menguasai&lt;br /&gt;Karena atas nama rasa Kasih sayang itu, aku hanya berada dalam alam fantasi dan ilusi yang membutakan mata hati &lt;br /&gt;Karena atas nama rasa Kasih sayang itu, panasnya api tak kurasakan lagi&lt;br /&gt;Karena atas nama rasa kasih sayang, kau gunakan untuk melampiaskan dendammu kepada orang lain&lt;br /&gt;Aku membencinya karena alasan menggunakannya untuk sekadar menunjukan eksistensi atas hak orang lain…  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergi saja kau dengan “Kasih Sayang” milik mu …&lt;br /&gt;Buatlah robot atau boneka yang mampu penuhi inginmu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena aku akan bebas tuk terlepas dari atas nama "Kasih Sayang" milikmu …&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-2304492105388619204?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/2304492105388619204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=2304492105388619204' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/2304492105388619204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/2304492105388619204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2009/06/atas-nama-kasih-sayang.html' title='Atas Nama Kasih Sayang'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-3011867784797102525</id><published>2009-05-31T21:07:00.000-07:00</published><updated>2009-05-31T21:44:07.238-07:00</updated><title type='text'>Integrated Marketing Communications</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hahJG-rzROM/SiNbYSJA63I/AAAAAAAAADM/uTjSZ1qdV08/s1600-h/Adji+Watono+2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 215px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hahJG-rzROM/SiNbYSJA63I/AAAAAAAAADM/uTjSZ1qdV08/s320/Adji+Watono+2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342214055736175474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Integrated Marketing Communication&lt;br /&gt;Judul : My Life, My Way, My Blood : Advertising That Makes Money&lt;br /&gt;Pengarang : A. Adji Watono&lt;br /&gt;Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama&lt;br /&gt;Tahun terbit : 2008&lt;br /&gt;Tebal : xxxii + 315 halaman&lt;br /&gt;Harga : Rp. 120.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Integrated Marketing Communication (IMC) sebenarnya bukanlah suatu ide yang baru. Para praktisi pemasaran dan komunikasi dunia sudah lama membicarakan keuntungan konsep IMC selama bertahun-tahun. Saat ini para marketer, brand manager dan marketing communication membahas pentingnya `membangun relasi' dan kebutuhan `customer relationship management'. Mereka sangat memahami bahwa hubungan pelanggan yang baik merupakan kunci utama untuk mendapatkan, mengembangkan, dan memiliki pelanggan loyal dalam jangka waktu yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Integrated Marketing Communication menurut definisi The American Association of Advertising Agencies adalah konsep perencanaan komunikasi pemasaran yang memberikan nilai tambah pada strategi komunikasi yang melibatkan kegiatan sales promotion, periklanan, public relations, direct response yang dipadukan untuk menghasilkan dampak komunikasi yang berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus komunikasi yang semakin meningkat saat ini, membuat Integrated Marketing Communication (IMC) menjadi salah satu startegi yang saat ini banyak diterapkan oleh perusahaan guna menumbuhkan loyalitas konsumen. Penerapan IMC ini, akhirnya juga membuat agency advertising tidak saja menyediakan konsep iklan tapi juga konsep IMC bagi para kliennya. Persaingan antara advertising agency, membuat mereka membuat layanan yang komprehensif dan layanan yang terintegrasi dalam mengkomunikasikan produknya. Seperti yang dilakukan oleh Djarum Coklat dengan iklan yang menghadirkan para band papan atas Indonesia seperti Gigi dan Nidji serta ditopang dengan acara off air yang merupakan salah satu cara Brand Activation Djarum Coklat “Djarum Coklat Ngabuburit” mampu meremajakan salah satu merek rokok yang awalnya hanya dianggap sebagai merek yang beranjak menua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini di pahami benar oleh Dwi Sapta sebagai salah satu pemain lokal, yang membuat pemetaan terhadap pola kebutuhan para klien. Selain itu juga, bersaingan dengan perusahaan periklanan multinasional memerlukan strategi tersendiri jika ingin maju di negara sendiri. Guna memenangkan persaingan, adpatasi dan perubahan mutlak harus dilakukan seperti yang dilakukan Dwi Sapta Advertising Advertising, yang membuat transformasi bisnis dari Advertising Service Agency menjadi IMC Solution Provider.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 27 Tahun Aloysius Adji Watono, mengembangkan Dwi Sapta Advertising Agency menjadi salah satu agensi periklanan terkemuka di Indonesia. Berawal dari sebuah studio fotografi, Adji Watono kini membangun advertising agency dengan full service agency. Setelah meluncurkan bukunya yang pertama “Advertisng that Sells” pada September 2006 kini Adji Watono meluncurkan buku keduanya  “My Life, My Way, My Blood :Advertising That Makes Money”. Buku yang dicetak hard cover ini merupakan sebuah kristalisasi dari perjalanan panjang dan businnes wisdom dari Adji Watono, sebagai salah seorang pelaku bisnis periklanan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tokoh seperti Hermawan Kartajaya (President of World Marketing Association Founder and President of MarkPlus, inc), DR. Rhenald Khasali dan Irwan Hidayat memberikan kata pengantar dalam buku yang merupakan karya kedua dari alumnus Adolf Lazi School, Stuttgart.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku ini diungkapkan pandangan Adji Watono tentang  Industri periklanan di Indonesia, secara jujur dan terbuka. Adji Watono sebagai salah seorang pendiri agency advertising lokal mengungkapkan trik-trik dan pola manajemen dalam memberikan pelayanan bagi para kliennya tanpa ditutupi. Kesuksesan Adji  Watono bersama Dwi Sapta ini, karena menjadikan sebuah iklan menjadi alat promosi yang membantu konsumen untuk membeli produk. Mengutip dari pernyataan  bapak periklanan David Ogilvy, “ If it doesn’t sell, it is not creative”. Bukan saja kreatifitas yang ditonjolkan dalam sebuah iklan tapi juga bagaimana iklan dapat menjadi profit machine, alat penghasil keuntungan, tak hanya menjadi “awereness driver” dan “sales driver” tapi juga “profit driver”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualitas menjadi mantra baru bagi Adji dalam mengembangkan Dwi Sapta dan strategi pengembangan konsep layanan diarahkan dengan menawarkan konsep Integrated Marketing Communication Solution.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai profit driver bagi klien, menjadikan Adji bersama Dwi Sapta menguraikan The 12 Principles of Advertising that Makes Money.  Dalam menguraikan prinsip tersebut, dalam buku ini ia membagi menjadi tiga dimensi manusia yaitu : Soul – Mind – Body.&lt;br /&gt;Dua prinsip pertama merupakan Soul yang menjiwai prinsip-prinsip lainnya yaitu :&lt;br /&gt;1.    Principle #1 : Advertising Must Create Money&lt;br /&gt;Prinsip ini merupakan Soul yang ditanamkan Adji Watono yang merubah karakteristik, perilaku dan nilai-nilai yang dianut oleh Dwi Sapta. Keinginan Adjie untuk merubah DNA aktifitas yang dilakukan Dwi Sapta dalam memberikan pelayanan bagi para klien.     Baginya, iklan harus menghasilkan profit tak hanya cukup “top line” tapi juga harus sampai “bottom line”.  Profit yang dihasilkan oleh klien bagi Dwi Sapta merupakan sebuah nilai kesuksesan tersendiri dalam memberikan pelayanan kepada client. Bahkan Adji merumuskan :&lt;br /&gt;Client’s Success==&gt; Make Money ==&gt; Create Profit = Dwi Sapta Success&lt;br /&gt;Salah satu contohnya adalah apa yang Dwi Sapta lakukan bagi Sido Muncul  yang telah menjadi kliennya sejak tahun 1993. Kesuksesan Sido Muncul bersama Dwi Sapta dalam membangun Awereness tidak terlepas dari aspek 4 P yang diperhatikan secara jeli dan seksama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Principle #2 : Think Big, Dream Big and Action Big&lt;br /&gt;Keinginan yang kuat dan bermimpi besar untuk sebuah tujuan jangka panjang, begitulah sosok Adji Watono dalam memajukan Dwi Sapta. Melakukan yang terbaik untuk para klien baik itu dalam visi dan penerapan dari visi tersebut .  Baginya Action itu memang harus dilakukan dengan kerja keras dan ngotot. Kalau kita ingin mendapatkan hasil besar, aksinya juga harus besar .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Principle #3 : Lose to Win&lt;br /&gt;Sikap mengalah untuk menang diterapkan Adji Watono dalam menghadapi klien. Baginya, “Dalam keadaan “lose”, biasanya kita tidak mungkin jumawa atau berlagak pintar terhadap orang lain.” Sikap inilah yang akhirnya membuat klien menjadi nyaman dengan ketulusan pelayanan yang ditawarkan. Sikap lose to win adalah strategi memenangkan perang dan memangkan kompetisi. Secara spesifik Adji menjabarkan sikap ini merupakan kunci pembuka untuk mendapatkan uang dan keuntungan secara jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Principle #4 : Never Give Up, No Matter the Obstacles Come Up&lt;br /&gt;Kegagalan merupakan sebuah pembelajaran yang paling berharga bagi Adji Watono dalam membangun Dwi Sapta. Dari pembelajaran ini, kita akan mengetahui kekurang dan kelebihan kita dari agency lain. Proses kreatif akan semakin terlatih dengan baik kalau kita dapat melakukan proses pembelajaran yang matang. Kendala merupakan suatu tantangan untuk bisa melakukan yang terbaik untuk kliennya. Hal ini yang membuat Dwi Sapta disegani karena sikapnya selalu menampilkan yang terbaik dan dapat melampaui batas yang diharapkan para klien. Seperti saat Dwi Sapta menangani salah satu kliennya terbesarnya TOP1. Meski harus bolak-balik mempresentasikan konsep komunikasi, awak Dwi Sapta tidak kenal menyerah hingga akhirnya dengan pendekatan IMC yang ditawarkan Dwi Sapta akhirnya TOP1 mampu mengekstensifikasikan produknya ke anak muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    Principle #5 : Never Say No. Nothing Is Impossible&lt;br /&gt;Loyalitas merupakan sebuah sikap yang tidak serta merta tumbuh. Menyadari hal in, Adjie Watono selalu memberikan pelayanan yang terbaik bagi para kliennya dan tidak membedakan. Budget besar atau kecil bagi Dwi Sapta bukanlah penghalang untuk melahirkan komitmen terbaiknya dalam memberikan pelayanan bagi para kliennya. Salah satu contohnya,adalah yang dialami saat menangani Telkomsel, dengan budget terbatas namun kesungguhan kinerja Dwi Sapta menumbuhkan nilai kepercayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.    Principle #6 : Hungry for Change. Never Stop Adapting&lt;br /&gt;Kebutuhan komunikasi klien yang selalu berkembang akhirnya membuat Dwi Sapta berpacu melakukan adaptasi dan menerapkan IMC bukan hanya sekedar advertising agency. Perubahan demi perubahan dilampaui hingga membuat Dwi Sapta selalu mampu beradaptasi dengan pola kebutuhan para kliennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.    Principle #7 : Be Passionate !!! Focus on the Momentum of Sucess&lt;br /&gt;Passion adalah urat nadi kesuksesan bagi seorang Adji Watono. Dengan passion kita berusaha untuk mengapai tujuan kita dengan langkah-langkah yang terbaik.  Salah satu langkah yang terbaik dilakukan oleh Dwi Sapta adalah saat menangani Djarum Coklat. Dengan passion akhirnya mampu meremajakan Djarum Coklat dengan pendekatan musik, selain itu juga dengan pendekatan IMC, Djarum Coklat bersama Dwi Sapta menggelar event off air “Djarum Coklat Ngabuburit” selama bulan Ramadhan diberbagai kota. Dengan passion dan komitmen yang kuat akhirnya keinginan klien dapat terpenuhi dan meraih kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.    Principle # 8 :  Follow Your Instinct. Trust Your Gut&lt;br /&gt;Insting  bisa menjadi petunjuk untuk mengambil keputusan. IMC yang diterapkan untuk produk Sari Puspa yang berganti nama menjadi Soffel . Dengan keyakinan yang kuat Dwi Sapta turut mendorong Soffel melakukan strategi komunikasi dengan menghasilkan iklan yang jauh lebih baik.  Selain itu juga, masukan Dwi Sapta agar Soffel melakukan kampanye  above the line dan below the line yang akhirnya membuat Soffel mengembangkan produknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.    Principle #9 : All Out !!! Overcommited to Every Decision You Make&lt;br /&gt;Sikap inilah yang menjadi cermin kala Dwi Sapta menangani Ceres. Sebuah merek yang bisa dikatakan tidur, dengan pola IMC akhirnya Dwi Sapta dapat membuat startegi komunikasi mulai dari brand architecture, brand strategy hingga implementasi IMC. Dengan kerja all out, Dwi Sapta create money dan profit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.    Principle #10: Farming, Not Hunting&lt;br /&gt;Ini merupakan sebuah filosofi dari Dwi Sapta sebagai biro iklan yang tidak melakukan pola pendekatan “hit and run” tapi dengan cara menjadikan perusahaan ini menjadi Farmer dengan menumbuhkan benih. Hal ini yang menjadikan Dwi Sapta dapat tumbuh  bersama klien. Hubungan “buka-bukaan” dan saling “telanjang” layaknya suami istri adalah rahasia terbesar kesuksesan Dwi Sapta membangun hubungan jangka panjang dengan klien. Selain itu, Dwi Sapta saling mempelajari secara mendalam pola-pola yang diterapkan oleh para klien dan kebutuhan klien.  Bagi Adji, Farmer means profit.&lt;br /&gt;Prinsip inilah yang membuat sejumlah klien menjadi loyal terhadap pelayanan yang diberikan Dwi Sapta karena tidak hanya mampu tumbuh dan berkembang bersama  tapi juga beradaptasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.    Principle #11: Hard Work !!! Create Your Own Luck&lt;br /&gt;Hard work is already in your blood. Luck is from the God, thank God. But luck without hard work is nothing  (hal. 256), sebuah inspirasi yang didapatkan dari buku Donald Trump yang bagi Adji merupakan menjadi sumber inspirasinya. Bekerja keras dengan total akan menghasilkan hasil maksimal perpaduan dengan keberuntungan merupakan kesuksesan yang dihasilkan Dwi Sapta saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.    Principle #12 : Just Do It ! Take the Risk&lt;br /&gt;Jalani dan mengantisipasi segala tantangan merupakan suatu hal yang membutuhkan keberanian. Ini juga yang mendasari Dwi Sapta dalam mengembangkan pelayanan IMC, sebuah tantangan yang menumbuhkan peluang yang lebih besar bagi Dwi Sapta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dilengkapi sejumlah komentar dari para klien seperti dari Irawan Hidayat (Presiden Direktur PT. Sido Muncul) yang sudah bekerjasama dengan Dwi Sapta selama 17 tahun, Johan Leo (Senior Brand Manager Kalbe), Sugian Sinanto (Brand Manager Djarum), Ridwan C. Kidjo (Marketing Director Ceres) buku ini menjabarkan sejumlah kasus-kasus yang ditangani Dwi Sapta dengan klien-kliennya.  Selain itu juga, proses penyerahan tongkat estafet Dwi Sapta kepada sang putri Maya Carolina Watono juga dijabarkan dalam bagian akhir buku ini.&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, buku ini menjabarkan sejumlah ‘rahasia dapur’ Dwi Sapta dalam bertransformasi .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku yang dapat menginspirasi bagi siapapun yang tertarik dengan dunia advertising, kiat menjaga hubungan dengan klien, manajemen perusahaan advertising dan bagaimana menerapkan Integrated Marketing Communication untuk para klien .&lt;br /&gt;Dengan contoh kasus yang hangat, buku ini juga membuat para pembacanya mudah mengerti dengan trik-trik yang dilakukan gune mengatasi permasalahan dan menjadikan hal tersebut sebagai proses kreatif yang unik dan menarik .&lt;br /&gt;Sebuah rumus diciptakan Adji Watono dalam penutup dalam buku ini,&lt;br /&gt;(IMC Solution) +(the credos of Adverting that Sells + The Principles of Advertising that Makes Money ) = Client’s Sustainable Success&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat menjadi inspirasi untuk kita agar selalu dapat beradaptasi dan melakukan perubahan. Dengan strategi komunikasi yang terukur dan terencana dengan baik krisis global yang saat ini terjadi, bukanlah masalah bagi perusahaan-perusahaan yang tetap mengingikan konsumen tetap loyal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapan IMC bagi perusahaan-perusahaan saat ini dituntut untuk lebih kreatif lagi agar dapat mengisi ceruk-ceruk yang belum terisi. Buku ini dengan bahasa yang mudah dimengerti mampu memberikan inspirasi untuk siapa saja dalam membangun komunikasi yang kreatif di era sulit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-3011867784797102525?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/3011867784797102525/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=3011867784797102525' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/3011867784797102525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/3011867784797102525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2009/05/integrated-marketing-communications.html' title='Integrated Marketing Communications'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hahJG-rzROM/SiNbYSJA63I/AAAAAAAAADM/uTjSZ1qdV08/s72-c/Adji+Watono+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-2548013403554300197</id><published>2008-12-21T00:15:00.000-08:00</published><updated>2008-12-21T01:09:12.575-08:00</updated><title type='text'>Sekelebat Bayangmu</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Awalnya saya sedikit ragu untuk menuliskan tentang hal ini. Karena mungkin saja ada orang yang berpendapat saya ini tidak pernah lepas dari bayanng-bayang yang sudah lama menghilang 4 tahun lalu atau bilang kalau saya tidak menyadari kenyataan, karena saat ini  hanya ada kekinian bukan lagi masa lalu yang diceritakan berulang-ulang atau diperpanjang ceritanya karena permintaan dengan alasan ratingnya masih tinggi seperti sinetron.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya hanya bercerita tentang sebuah kisah manusia yang dulu pernah merasakan segarnya udara pagi Jakarta. Dia saya temui di salah satu lorong tempat kami berkuliah. Sejak awal, saya memperhatikan gerak-geriknya yang nampaknya selalu berusaha menyapa orang yang melintas didepannya dengan ramah. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tak disangka, perjalanan waktu akhirnya membuat saya belajar banyak darinya. Mulai dari bagaimana saya berbicara saat berhadapan dengan orang banyak. "Kalau mau berbicara, harus siap jangan ragu !" begitu katanya, ketika melihat saya ragu ketika ingin mengajukan pertanyaan di sebuah seminar tentang perempuan yang untuk pertama kalinya saya hadiri. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cara pose saat di foto juga dikomentarinya, suatu kali dia datang menjemput saya yang menghadiri sebuah seminar tentang Gender. Tanpa sepengetahuan saya ia membeli sebuah foto jepretan sang tukang foto seminar. Dan berkomentar "Kalau mau difoto itu harus siap, kayak orang mati aja!". Saya terperangah dengan kata-katanya hmm...bisa aja niy orang dalam mengungkapkan ketidaksenangannya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya adalah perempuan yang cenderung introvert, sering kali hanya mampu mencuatkan imajinasi dalam hati dan memendamnya dalam-dalam. Namun persahabatan yang terjalin ini terasa membuat lengkap hidup . &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sampai akhirnya hayatnya, dia tetap menggangu saya dengan pertanyaan-pertanyaan tentang apa yang saya ingin lakukan di masa yang akan datang. Dengan bahasanya yang khas ia  berseloroh "Jadi perempuan itu harus Tegar!".  Simbolisasi sosok perempuan yang lemah ia ibaratkan bagai sekuntum bunga mawar yang meski memiliki duri, ia tak mampu melawan tangan yang ingin memetiknya. Saya haruslah menjadi singa betina yang bermata cerdik yang mampu melawan dari segala tantangan yang ada begitu tulisnya lewat surat yang senantiasa dia berikan meski kami hampir tiap minggu bisa bertemu. Banyak hal, dari mulai yang bernada sakartis hingga romantis terluncur dari benak dan celotehnya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lagi, lagi saya tegaskan tulisan ini bukan untuk mengharu birukan suasana akan kenangan itu. Justru saya, menjadikan ini sebagai pengalaman hidup saya yang memperkaya bab demi bab hidup saya. Saya tidak berkeinginan untuk membuatnya terulang kembali. Karena waktu yang diberikan kepada saya telah usai.  Tamatnya cerita tersebut adalah peluang bagi saya untuk memaknai sari dari kehidupan. Bahwa akan setiap hari ada yang datang dan pergi. Memaknai bukan menangisi menjadi pilihan buat saya untuk menjalani kehidupan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terlalu banyak yang tertinggal dan terlewati,  kalau saya hanya mampu meratapi kepergiannya  yang mungkin bagi sebagian orang adalah kenestapaan. Toh,  bukan kemuramdurjanaan yang saya raih tapi meletakkan bahagia diatas pelupuk mata jauh lebih baik. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dia adalah phenomenom yang pernah ada untuk lingkungannya. Kalaupun sekelebat bayangnya masih ada itu merupakan aura semangat yang tak pernah padam untuk mencinta yang ada dihadapan kita saat ini, untuk berbagi dengan kekasih,  sahabat dan keluarga, untuk membuat hidup lebih berarti dan senantiasa tegar menghadapi cobaan terhebat dalam hidup sekarang dan nanti. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terus melaju dan berhias senyum bahagia ...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-2548013403554300197?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/2548013403554300197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=2548013403554300197' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/2548013403554300197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/2548013403554300197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2008/12/sekelebat-bayangmu.html' title='Sekelebat Bayangmu'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-3153793971382457791</id><published>2008-12-20T04:17:00.000-08:00</published><updated>2008-12-20T04:18:41.974-08:00</updated><title type='text'>Mau Makan Ingat Kamu ....</title><content type='html'>Belakangan ini,  gue lagi terganggu dengan ingatan-ingatan gue tentang seseorang dan kejadian-kejadian yang menurut gue saat ini perlu dilupakan. Tapi semakin mencoba untuk melupakan seperti kita tidak pernah lupa dengan segala hal yang memang sudah terekam dan seolah tak pernah mati dalam sel-sel otak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, bukan menyerah pada keadaan tapi gue untuk mencoba untuk dealing dengan daya ingat gue yang Alhamdulillah luar biasa hebatnya.&lt;br /&gt;Salah satunya dengan mencari literature tentang daya ingat manusia. Dan  ternyata, dari penulis buku Super Great Memory dikemukan bahwa kemampuan otak manusia yang diberdayakan baru sekitar 10 % dari kemampuan sesungguhnya yang luar biasa dan ajaib. “Daya ingat manusia lebih fantastis daripada yang dibayangkan. Apabila seluruh informasi di alam semesta dimasukkan ke dalam otak kita, otak kita tidak akan penuh,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak manusia memiliki satu triliun sel otak yang terdiri dari 100 Miliar sel aktif dan 900 miliar sel yang menghubungkannya yang dapat membuat bisa lebih dahsyat lagi…SubhanaAllah….:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari fakta ini, akhirnya justru menyadarkan gue untuk lebih mengoptimalkan kinerja otak gue…karena mungkin saja, saat ini gue hanya menggunakan 1% persen dari kemampuan otak gue .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat kemampuan otak menjadi lebih baik lagi, dalam mengingat hal-hal yang baru dan tanpa harus melupakan hal yang telah berlalu.   Sebagai sebuah kesadaran bahwa kemampuan otak yang manusia miliki luar biasa dan kita harus bersyukur dengan kemampuan yang diberikan  Allah kepada kita…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daya ingat yang diberikannya adalah anugerah, sekarang tinggal kita&lt;br /&gt;sebagai manusia membuatnya menjadi sesuatu yang dapat memotivasi hidup kita lebih maju lagi kedepan.  Satu hal yang perlu diingat juga adalah, daya ingat kita ini mampu berkembang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau merasa stuck dibayangi dengan ingat sesuatu, tak perlu ke dukun untuk menghilangkan ingatan tersebut. Jadikan itu sebuah bukti bahwa otak kita luarbiasa kemampuannya dibandingkan komputer yang paling canggih sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang juga gue sadari, berarti gue masih memiliki kemampuan untuk mengingat ilmu pengetahauan, kejadian, ucapan hingga tatapan mata seseorang lebih banyak lagi….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-3153793971382457791?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/3153793971382457791/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=3153793971382457791' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/3153793971382457791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/3153793971382457791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2008/12/mau-makan-ingat-kamu.html' title='Mau Makan Ingat Kamu ....'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-637693229003381792</id><published>2008-12-05T22:07:00.000-08:00</published><updated>2008-12-05T22:14:55.939-08:00</updated><title type='text'>Kau Tak pernah Tahu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kau memang tak akan pernah tahu apa yang aku rasakan . Deskripsi sebuah perasaan terkadang bukanlah sebuah teori yang bisa diaplikasikan dalam kasus yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku hela napas panjang, untuk bisa mendeskripsikannya perlahan-lahan.&lt;br /&gt;Setiap kali aku teringat denganmu, rasanya kekaguman tak terlepas bahkan dengan bangganya aku menanyakan kebanyak orang kenalkah kau denganmu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya ada rasa kekagumanan yang membuatku tertarik untuk mengetahui setiap beluk hidupmu, lewat cerita orang-orang yang mengenalmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap engkau menyapaku lewat layanan komunikasi terkini, aku hanya menjawabmu dengan kata-kata singkat. Karena, aku rasanya tidak sebanding untuk berbicara denganmu . Mungkin aku terlalu mengagung-agungkan dirimu hingga merasa diri ini seperti tak pantas berbicara panjang denganmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih teringat dibenakku cara kita berkenalan di waktu itu, saat seorang perempuan cantik bergelayut mesra disisimu dan setiap pembicaraan yang kita lewati meski bukan pembicaraan yang membuatku merona. Pandangan mata, ucapanmu masih nyata terlihat dan terdengar dalam memori .&lt;br /&gt;Terekam dan tak pernah mati dalam benak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga waktu mengajakku untuk bertemu denganmu, lewat suasana yang nyata. Aku hanya tersenyum simpul, kala kau ada disampingku…hmm, lucunya hidup begitu yang terbersit dalam hatiku.  Bagai sebuah cerita yang tak pernah seorangpun tulis, cerita itu mengalir. Mengurai senyuman bahagia dan tangisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini meski terpisah lagi jarak dan waktu denganmu, ternyata tak membuat dada ini berdetak kencang kala melihat bayanganmu, jemari inipun rasanya kaku kala ingin menghubungimu via telepon hingga tak pernah kusapa dirimu meski sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The seen &amp;amp; The Unseen from u, menjelma sebuah senyum simpul dan semangat bagiku&lt;br /&gt; …Biarlah Imajiku menari-nari tentangmu …dan kau tak akan pernah tahu…&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-637693229003381792?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/637693229003381792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=637693229003381792' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/637693229003381792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/637693229003381792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2008/12/kau-tak-pernah-tahu.html' title='Kau Tak pernah Tahu'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-1043527791233003340</id><published>2008-11-20T23:09:00.000-08:00</published><updated>2008-11-20T23:30:17.691-08:00</updated><title type='text'>Semalam memimpikan mu</title><content type='html'>Beberapa hari ini, aku benar-benar sibuk dari mulai shooting sampai dengan mengawas ujian anak-anak di kampus. Namun meski sudah sibuk dan penat masih saja sempat neuron-neuron di otak ku memikirkan dirimu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm... tapi sudahlah, untuk urusan dirimu aku sudah tidak perlu beragumen yang bermacam-macam dalam diri ini. Cukup sabar dan Ikhlas saja dengan semuanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tadi malam aku memimpikan diri mu, sudah lama aku tidak pernah memimpikan dirimu. Dalam mimpi ku, aku berada di sebuah kantor tepatnya sih kantor mu dahulu, dimimpi itu aku sedang berbincang-bincang dengan teman-teman mu. Mereka bercerita tentang siapa dirimu dan apa yang seringkali dengar dari mu...sebuah cerita tentang aku. Mereka bercerita tentang, ungkapan rasa yang kau rasakan kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, aku tak mengerti apa yang harus ku ungkapkan. Apakah aku harus senang atau sedih. Karena, dari mereka aku tahu bagaimana lembutnya hatimu yang tak lagi tergapai oleh ku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dalam mimpiku, aku melihat mu sedang shalat...setelah selasai shalat engkaupun menghampiriku. Menggengam tanganku dan berkata jujur dengan apa yang engkau rasakan kepadaku. Bukan dengan kata-kata yang membuai dan menipu, simpel dan apa adanya...Karena ku juga tahu, bahwa engkau bukan tipe orang bermulut manis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jelas apa yang kau katakan pada ku ...tapi dalam mimpi itu ku, tangkap kita berdua ikhlas untuk mencintai dan haruslah bersabar untuk menantikan kebahagian sejati... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun terbangun dengan senyuman....meski hanya berjumpa dengan mu dalam mimpi :) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I Loove U&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-1043527791233003340?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/1043527791233003340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=1043527791233003340' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/1043527791233003340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/1043527791233003340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2008/11/semalam-memimpikan-mu.html' title='Semalam memimpikan mu'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-6486452390563978329</id><published>2008-10-08T05:41:00.000-07:00</published><updated>2008-10-10T01:49:16.118-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PEREMPUAN'/><title type='text'>THREE DISNEY CLASSIC FAIRY TALES</title><content type='html'>AKHIR LIBUR LEBARAN INI ANAK-ANAK TAK KEHILANGAN MOMEN ISTIMEWA DENGAN MENYAKSIKAN DISNEY LIVE YANG DIGELAR DI ISTORA SENAYAN.PERTUNJUKKAN YANG BERTAJUK THREE CLASSIC FAIRY TALES INI DIRANCANG UNTUK SELURUH KELUARGA, TELAH BERLANGSUNG DARI TANGGAL 3 OKTOBER HINGGA TANGGAL 12 OKTOBER.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ACARA YANG BERDURASI SEKITAR SATU SETENGAH JAM INI DIBUKA DENGAN TAMPILNYA EMPAT SEKAWAN MICKEY MOUSE,MINNIE MOUSE, DONALD DAN GOOFY YANG SUDAH TAK ASING LAGI BAGI PENGGEMAR TOKOH DISNEY. KEEMPAT SEKAWAN INI MENEMUKAN BUKU CERITA AJAIB YANG TERSEMBUNYI DI LOTENG RUMAH YANG BERISI TENTANG CERITA DONGENG 3 ORANG PUTRI. PERTUNJUKAN INI MERUPAKAN PERTUNJUKAN PERTAMA DISNEY DI ASIA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CERITA DONGENG TENTANG SNOW WHITE AND THE SEVEN DWARFS, CINDERELLA DAN BEAUTY AND THE BEAST MUNGKIN SUDAH TIDAK ASING LAGI NAMUN DENGAN MENYAKSIKANNYA SECARA LIVE DAN DIDUKUNG DENGAN TATA PANGGUNG TATALAMPU DAN KOSTUM PARA PEMAINNYA MENGHASILKAN TONTONAN YANG TIDAK SAJA MENARIK TAPI JUGA MEMIKAT ANAK-ANAK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TONTONAN INI MEMANG DAPAT MENINGGALKAN PERASAAN TAKJUB DAN KENANGAN AKAN SEBUAH KISAH DONGENG YANG MENARIK BAGI ANAK-ANAK. NAMUN DIHARAPKAN TONTONAN SEPERTI INI DAPAT, MENJANGKAU BERBAGAI KALANGAN DENGAN HARGA TIKET YANG LEBIH MEMADAI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BEGITULAH KIRA-KIRA HASIL LIPUTAN SAYA. SAYA SUKA SET PANGGUNG ACARA DISNEY LIVE IN , PANGGUNGNYA TIDAK TERLALU LUAS TAPI FUNGSIONAL . uNTUK PERPINDAHAN TIAP SEGMENNYAPUN TERLIHAT SANGAT CEPAT DAN SESUAI DENGAN KEBUTUHAN CERITA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAPI KALAU MENGENAI CERITANYA SENDIRI, SAYA AGAK TIDAK SUKA DENGAN KISAH PEREMPUAN YANG DISELAMATKAN JIWANYA OLEH PANGERAN GANTENG. KOK SEPERTINYA PEREMPUAN ITU HANYA BISA PASIF DENGAN NASIBNYA DAN MENUNGGU PENYELAMAT DATANG YANG NOTABENE ADALAH SEORANG LAKI-LAKI, GANTENG MEMILIKI SEGALA KESEMPURNAAN DAN SATU-SATU USAHA YANG DILAKUKAN LAKI-LAKI ITU ADALAH HANYA MENCIUM SANG PUTRI UNTUK MENGHILANGKAN MANTRA JAHAT YANG MENGELILINGI SANG PUTRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BENARKAH CINDERELLA, SNOW WHITE, BELLE, ARIEL AKAN "HAPPILY EVER AFTER ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MUNGKIN TULISAN INI BERNADA SINIS, TAPI SAYA RASA INI, ADALAH SEBUAH MASUKAN BAGI PEMBUAT CERITA ANAK UNTUK MEMBUAT YANG TIDAK&lt;br /&gt;MENJADIKAN PEREMPUAN SEBAGI OBJEK PENDERITA SEPERTI CINDERELLA YANG DISIKSA IBU DAN KAKAK TIRINYA DAN SELALU PASIF TERHADAP KETIDABERDAYAAN DAN MENJADIKAN LAKI-LAKI SEBAGAI PENYELAMAT HIDUPNYA. SEOLAH-OLAH HANYA LAKI-LAKILAH YANG BISA MENYELAMATKAN PEREMPUAN SEMENTARA SI PEREMPUAN TIDAK BISA MENYELAMATKAN DIRINYA SENDIRI.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-6486452390563978329?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/6486452390563978329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=6486452390563978329' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/6486452390563978329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/6486452390563978329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2008/10/three-disney-classic-fairy-tales.html' title='THREE DISNEY CLASSIC FAIRY TALES'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-3510956426379024037</id><published>2008-10-04T02:20:00.001-07:00</published><updated>2008-10-04T02:41:42.564-07:00</updated><title type='text'>Sabar atau menahan amarah ???</title><content type='html'>Ada bedanya antara bersabar dengan menahan amarah...bersabar berarti kita benar-benar melepaskan segala emosi kita dan tidak memendamnya hingga suatu ketika itu tidak akan meledak. Sedangkan kalau menahan amarah, sewaktu-waktu kita bisa saja melempar piring, hanya karena luka itu kembali terbuka dengan hal yang simpel. Renungan ini, pop- up ketika berada di Masjid Istiqlal untuk shooting minggu lalu. Rasanya gue memang harus belajar untuk sabar dan masa bodoh dengan luka yang ditimbulkan oleh orang lain. Bukannya orang yang mulia hatinya itu, orang yang mau memaafkan orang lain dan melupakan kesalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah terluka bahkan sering kali terluka itu menandakan diri kita memang diuji kesabarannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi hal ini, bukan berarti tanpa hambatan, kadang emosi menggelapkan dan menenggelamkan diri pada amarah yang tak kunjung padam. Tapi pelan dan pasti aku mau memulai hal ini...Yang lalu biarlah berlalu, biar saja Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang itu menunjukkan mengapa banyak hal yang perlu kita telaah dalam hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kejadian yang pernah menyayat hati, pasti ada penyembuhnya...mungkin bukan betadine yang bisa dibeli...hati seseorang itu tidak bisa dibeli tapi dengan segala kesadaran luka itu bisa saja mengering dan kalaupun berbekas itu merupakan pertanda untuk kita bisa melaluinya lagi dengan penuh kesabaran...bukan memakinya karena telah membuat kulit kita rusak dan tidak semulus dulu lagi. Anggap saja itu, trophy dari kesabaran hati, yang patut kita agung-agungkan keberadaannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingatnya, untuk lebih mengenal Tuhan lebih dalam lagi dengan segala Kasih Sayangnya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-3510956426379024037?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/3510956426379024037/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=3510956426379024037' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/3510956426379024037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/3510956426379024037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2008/10/sabar-atau-menahan-amarah.html' title='Sabar atau menahan amarah ???'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-2783584170127758170</id><published>2008-10-04T01:26:00.000-07:00</published><updated>2008-10-04T01:49:44.297-07:00</updated><title type='text'>Melepas Impian</title><content type='html'>Minggu lalu, gue nonton Oprah yang mengambil topik talkshow tentang bagaimana kita melepas impian kita dan memanage-nya dalam alam bawah sadar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Impian ah...gue menghela napas dengan segala impian yang pernah terlintas dibenak. Apakah gue telah melepaskannya atau hanya tertinggal di benak tanpa berbuat apa-apa .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-2783584170127758170?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/2783584170127758170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=2783584170127758170' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/2783584170127758170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/2783584170127758170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2008/10/melepas-impian.html' title='Melepas Impian'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-7732087092472244201</id><published>2008-09-25T20:14:00.000-07:00</published><updated>2008-09-25T20:50:24.027-07:00</updated><title type='text'>Bisik Hati</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jum'at 26 September 2008.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Empat hari menuju hari raya, kantor sepi  di lantai 5 ini cuma ada segilintir orang yang sibuk menyusun jadwal liputan, maingame terbaru, ngedit dan mondar-mandir.  Sementara saya memilih untuk duduk di pojok ter"aman" saya. Sambil mendengarkan lagu dari John Legend.  Ter-inspirasi dari blog dee  yang saya baca, saya mulai menulis. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mungkin ini waktu yang tepat untuk menuliskan bisik hati... Sudah setahun perasaan gamang melanda hati saya. ehmm...tiba-tiba tanda satupun kata-kata yang terlintas di benak pikiran saya. Saya bingung menuliskan bisik hati ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tapi saya mencoba jujur sajalah...toh juga saya ini hanya manusia biasa yang memiliki keterbatasan dan tak memiliki kekuatan apa-apa selain dari yang Kuasa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;I'm In Love...terkadang seorang teman saya,  Reni  mendapati saya sedang tersenyum sendiri...lalu dia bertanya kenapa saya tersenyum bahagia ? saya jawab, saya sedang jatuh cinta...."Jatuh cinta sama siapa ?" tanyanya setengah meledek... karena ia tahu, saya sedang tidak dekat dengan siapa-siapa... Lalu saya jawab dengan seseorang yang "disana" . lalu dibilang " sudah deh, laki-laki kayak gitu lupain aja !" . Saya menggeleng karena itu hal yang tidak sanggup saya lakukan. Lalu dia memandang saya aneh...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bayangnya selalu saja ada dibenak, seolah setiap nafas yang terhembus bertasbih menyebut namanya. Tapi hal itu, tak pernah saya sanggup ungkapkan dalam kata-kata. Rasa itu begitu indah dan sepertinya hanya untuk saya. Mungkin juga saya terlalu takut untuk mengatakan sejujurnya, takut kalau saya ini tidak pantas merasakan rasa yang saya miliki. Takut kalau ternyata rasa ini, sekedar nafsu dan menjadikannya sebagai suatu keinginan untuk memiliki dia.  Maka saya diamkan perasaan ini sendiri dan membawa kedamaian ini dalam kalbu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saya akui, terkadang bisik hati ini meronta untuk bisa dilepaskan...dan akhirnya membuat saya terpuruk dan menangis di pojok kamar. Bukan memaki keadaan tapi untuk bermunajat kepada yang Kuasa karena hanya untuk dan kepada -Nya lah hati ini berpaling dan memohon agar perasaan yang saya miliki saat ini jangan sampai melebihi rasa Cinta kepada-Nya.  saya juga meminta untuk menjauhkan rasa ini dari lubuk hati, tapi aneh mantra itu justru menguatkan gemuruh rasa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Akhirnya saya hanya bisa pasrah terhadap gejolak jiwa...pasrah dan ikhlas pada sebuah rasa cinta, membiarkan dia bergelayut dalam keseharian bukan menjadikan hantu tapi menjadi pemberi semangat hati...untuk terus melaju dan mencinta kehidupan... Agak aneh mungkin menurut sebagian orang, karena cinta yang saya memiliki begitu bebas dan tidak bermaksud memiliki sosoknya... kekaguman yang tak terbalas bukan alasan untuk saya untuk tetap mencintanya... dan karena cinta itu membuat saya hidup dan merasakan desir angin begitu merdu terdengar ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bisik hati ini, mengalun dengan romansa tak terbatas untuk mencintanya lagi dan lagi...  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-7732087092472244201?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/7732087092472244201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=7732087092472244201' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/7732087092472244201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/7732087092472244201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2008/09/bisik-hati.html' title='Bisik Hati'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-3544058860311658978</id><published>2008-08-03T06:40:00.000-07:00</published><updated>2008-09-25T23:27:07.444-07:00</updated><title type='text'>Akhirnya</title><content type='html'>Akhirnya di pojok restoran favoritku kita berbicara, setelah hampir setahun ini kita tak pernah lagi bertemu dan berbicara.an ini, awalnya menyebabkan dadaku berdetak kencang entahlah, aku begitu mengkagumi sosok mu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara dengan jelas dan padat, tanpa bermaksud untuk memiliki kehidupan lagi bersamamu...karena kuyakin yang kusampaikan lebih penting daripada kepemilikan jiwa dan ragamu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kubicarakan semua yang kuingin tuangkan dan semua usai dengan kesan yang berbeda...&lt;br /&gt; Meski aku sendiri tak akan pernah tahu akhirnya akan seperti apa...&lt;br /&gt;Akhirnya kucium pipimu tuk berpisah, meski dadaku tetap berdegup kencang ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-3544058860311658978?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/3544058860311658978/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=3544058860311658978' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/3544058860311658978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/3544058860311658978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2008/08/akhirnya.html' title='Akhirnya'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-4660608557080149170</id><published>2008-07-27T23:36:00.000-07:00</published><updated>2008-07-27T23:42:46.065-07:00</updated><title type='text'>Mati otak</title><content type='html'>Otak terasa mati dan buntu&lt;br /&gt;entah apa lagi yang harus ku tuliskan&lt;br /&gt;angin pun tampaknya tak bisa memberikan penyegaran&lt;br /&gt;hati kisruh dan gundah&lt;br /&gt;menanti aura untuk kembali berotak&lt;br /&gt;ditengah kehampaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mati otak&lt;br /&gt;aliran oksigen tidak lagi mengalir untuk memberikan ide untuk kembali bersemangat dan menciptakan pemikiran baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mati otak&lt;br /&gt;otakku mungkin sudah lama mati&lt;br /&gt;mati otak&lt;br /&gt;karena otak ini hanya memikirkan dirimu&lt;br /&gt;yang membuatku mati otak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-4660608557080149170?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/4660608557080149170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=4660608557080149170' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/4660608557080149170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/4660608557080149170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2008/07/mati-otak.html' title='Mati otak'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-4523884213656981459</id><published>2008-02-18T21:58:00.000-08:00</published><updated>2008-02-18T22:02:17.918-08:00</updated><title type='text'>Pakaian Terbaik</title><content type='html'>Zara &amp;amp; Mango lagi ada koleksi terbaru tuh…&lt;br /&gt;Nah baju ini pas sekali dengan tas koleksi terbaru Dior&lt;br /&gt;Trus pakai jam dari Follie-Follie pasti tambah oke…&lt;br /&gt;Eits ada yang kurang koleksi sepatu dari LineA&lt;br /&gt;Pasti membuatku makin percaya diri&lt;br /&gt;Seperti kata seorang teman “Branded is everything”&lt;br /&gt;Isi kepala lu akan terlihat dari Brand yang digunakan…katanya&lt;br /&gt;Dan setiap hari ku sibukkan dengan memadu padankan brand yang satu dengan yang lain&lt;br /&gt;Senyum Bangga ku dapati&lt;br /&gt;Karena setiap kaki ku melangkah orang pasti menaruh hormat&lt;br /&gt;Dan memuji yang kugenakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kini semua pakaian itu hanya tergatung&lt;br /&gt;Tas dan sepatu tersimpan rapi di Walking Closet yang luasnya satu kamar&lt;br /&gt;Aksesoris dari berlian dan batu-batuan indah berjejer rapi&lt;br /&gt;Belum lagi wewangian yang berbotol-botol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kini ku hanya mengenakan baju putih&lt;br /&gt;Dari kain putih 2 meter yang harganya tak lebih dari 100 ribu&lt;br /&gt;Kain itu menutup semua badanku&lt;br /&gt;“Tak masalah mereknya apa!”&lt;br /&gt;Kata seseorang yang mengikat ujung tali&lt;br /&gt;Kini ku tak lagi sibuk memadu padankan yang kugenakan&lt;br /&gt;Dan tak lagi tersenyum bangga&lt;br /&gt;Karena ku tak pernah sempat dan terlupa mempersiapkan Pakaian terbaik tuk menghadap-Nya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-4523884213656981459?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/4523884213656981459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=4523884213656981459' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/4523884213656981459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/4523884213656981459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2008/02/pakaian-terbaik.html' title='Pakaian Terbaik'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2012602410072881229.post-1064588753128138615</id><published>2008-02-18T21:54:00.000-08:00</published><updated>2008-02-18T22:26:07.506-08:00</updated><title type='text'>menunggu jam 9</title><content type='html'>Menunggu jam 9 malam…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini jam 9 malam jadi momen yang paling dinantikan diri dan tubuh ini. Momen paling heroic dalam keseharian. Dan sepanjang hari itu, aku mengisi waktuku untuk tibanya jam 9 malam. Mulai dari menulis tulisan sampah seperti ini, baca majalah, menelpon para artis dan manajernya tuk mengingatkan jadwal mereka, sampai menonton sinetron yang semakin meracuni otak dengan kisah haru birunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharian penuh sebisa mungkin, aku mengisi hari dengan kegiatan yang memang aku sukai dan bermanfaat.Kalau bisa membuat diri se-nyaman mungkin, karena jam 9 malam adalah momen yang paling special. Dan memerlukan tingkat keberaniaan yang cukup seperti adegan-adegan dalam fear factor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru kali ini, aku merasakan momen yang paling dinantikan setelah menanti kekasih hati di etalase buku-buku.  Mengapa jam 9, yang aku pilih karena aku menyukai angka sembilan selain angka tujuh. Mudah-mudahan ini dapat mendatangkan keuntungan bagi diriku.  Yang jelas perasaan ku campur aduk saat menjelang jam 9 malam. Sebisa mungkin dalam keseharian aku telah melakukan banyak hal sehingga penantian jam 9 malam bukan sesuatu hal yang membosankan hingga aku tertidur dan melupakan momen yang indah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebentar lagi jam 9 malam akan datang menjelang. Akupun mulai bersiap menjadikan momen ini sangat special. Mungkin tidak perlu dandan dan bermake up tapi kesiapan tuk menghadapinya memang diperlukan. Saat alarm di reminder handphone berbunyi dan muncul tulisan MINUM OBAT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2012602410072881229-1064588753128138615?l=jengajeng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jengajeng.blogspot.com/feeds/1064588753128138615/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2012602410072881229&amp;postID=1064588753128138615' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/1064588753128138615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2012602410072881229/posts/default/1064588753128138615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jengajeng.blogspot.com/2008/02/menunggu-jam-9.html' title='menunggu jam 9'/><author><name>jeng ajeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00139076509266745386</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hahJG-rzROM/R7p03pA-2dI/AAAAAAAAAAU/5aJTJWzjzFM/S220/fireworks2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
